Program tanggung jawab sosial lingkungan atau singkatnya TJSL merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Pelaksanaan program TJSL wajib mengedepankan prinsip moral, etis, dan inklusif agar manfaatnya tepat sasaran.Â
Banyak sekali contoh tanggung jawab sosial lingkungan yang sudah berjalan. Salah satu perkembangan menggembirakan adalah meningkatnya penyerapan tenaga kerja disabilitas. Sebelum kesadaran sustainability bangkit, dahulu masa depan penyandang disabilitas di Indonesia suram akibat pola diskriminasi.Â
Akses pendidikan terbatas, begitu pula peluang berkarier yang sangat minim. Sebagian besar perusahaan seolah menutup diri terhadap keberadaan penyandang disabilitas. Sehingga, jumlah penyandang disabilitas yang menganggur di usia produktif kala itu tinggi sekali.Â
Namun sejak tanggung jawab sosial lingkungan mulai mengedepankan prinsip inklusivitas, harapan penyandang disabilitas untuk diberdayakan mulai terwujud. Berdasarkan data dari BPS tahun 2022, jumlah pekerja disabilitas meningkat sebesar 160% dari tahun sebelumnya. Terdapat 720.000 jumlah pekerja disabilitas setelah sebelumnya hanya 277.018 saja.
Peningkatan tersebut tidak terlepas dari komitmen Pemerintah dan pihak-pihak swasta penyelenggara program tanggung jawab sosial dan lingkungan. Sebagai contoh, di Jawa Tengah lebih dari 2 ribu orang penyandang disabilitas telah memiliki pekerjaan tetap yang tersebar di beberapa sektor. 216 perusahaan telah memberikan hak disabilitas dalam dunia kerja sesuai dengan porsi yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016.Â
Selain itu, penyerapan tenaga kerja disabilitas juga dicontohkan oleh Pertamina melalui program TJSL perusahaan. Bersendikan pilar ekonomi berkelanjutan, pendidikan berkelanjutan, dan lingkungan berkelanjutan, Pertamina telah menyerap sekitar 4.000 tenaga kerja disabilitas sampai dengan hari ini atau setara 1,75% dari total karyawan.
Bahkan, Pertamina menargetkan peningkatan persentase pekerja disabilitas secara bertahap. Artinya, peluang bagi penyandang disabilitas untuk berkarier di perusahaan ini masih terbuka lebar.Â
Contents
Manfaat Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan
Selain penyerapan tenaga kerja disabilitas, Program TJSL juga membawa beragam manfaat lain untuk penyandang disabilitas. Sebab, tidak semua penyandang disabilitas bisa terlibat langsung dalam operasional perusahaan. Oleh karena itu, program TJSL membekali mereka dengan keterampilan dan bantuan yang berguna agar tetap produktif dan mandiri.
Bantuan Modal Usaha
Beberapa perusahaan melaksanakan program TJSL dalam bentuk pemberian modal usaha kepada penyandang disabilitas terpilih. Penerima manfaat ini biasanya bukan dinilai dari kondisi keterbatasan fisiknya saja, tapi juga pertimbangan usia dan latar belakang pendidikan yang dimilikinya.Â
Perlu kita ketahui, jauh sebelum sekarang ini akses pendidikan disabilitas terbilang rumit. Sekolah umum belum mencerminkan prinsip inklusivitas sama sekali. Karena itu penyandang disabilitas dulunya hanya bisa bersekolah di SLB yang keberadaannya pun tidak merata di semua daerah. Alhasil, banyak yang tidak mengecap pendidikan sampai tuntas 12 tahun atau bahkan tidak pernah sama sekali.Â
Kondisi demikian tentu membuat mereka tidak mungkin bersaing di dunia kerja formal. Namun, masih banyak alternatif lain yang dapat mereka tempuh untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Salah satunya berwirausaha.Â
Sudah cukup banyak penyandang disabilitas yang terbantu oleh suntikan modal dari program TJSL perusahaan. Tak cuma berbentuk dana segar, melainkan ada juga yang berupa tempat usaha (kios), becak barang modifikasi khusus disabilitas, peralatan dagang, dan sebagainya.Â
Pendampingan Usaha
TJSL perusahaan juga bisa menargetkan pelaku usaha disabilitas sebagai penerima manfaat. Kelompok penerima manfaat pada poin ini berbeda dengan sebelumnya. Di sini penyandang disabilitas sudah menjalankan sebuah usaha tetapi, hasilnya belum maksimal karena pengetahuan yang kurang memadai.Â
Untuk itu mereka perlu mendapat binaan agar kegiatan usahanya lebih berkembang. Biasanya dilakukan dengan cara memberi pelatihan-pelatihan atau workshop seputar optimasi bisnis secara gratis.
Membuka Kesempatan Magang
Sejumlah perusahaan ternama diketahui memberikan kesempatan magang pada penyandang disabilitas, 3 di antaranya ialah Bank Danamon, Bank BRI, dan XL Axiata. Adapun program tersebut merupakan implementasi TJSL yang berlandaskan prinsip equity, diversity, and inclusion.Â
Namun, kesempatan magang ini diperuntukkan bagi penyandang disabilitas yang memenuhi kualifikasi perusahaan. Paling tidak keterbatasan fisik yang mereka sandang tidak menghambat kemampuan kognitif mereka.
Bantuan PengobatanÂ
Menurut data Susenas 2020 silam, penyandang disabilitas yang memiliki jaminan kesehatan baru sekitar 73,2% saja. Selebihnya, hidup dalam kepasrahan. Itu mengapa, banyak kita temukan penyandang disabilitas tidak mendapat penanganan medis terpadu atas masalah kesehatan yang mereka derita.Â
Dari realita yang terpampang nyata, tak sedikit perusahaan yang menaruh kepedulian untuk itu. Melalui program-program TJSL, para penyandang disabilitas yang berasal dari ekonomi lemah mendapat bantuan pengobatan seperti operasi katarak, bibir sumbing, medical check up, dan sebagainya.
Berkat bantuan pengobatan banyak juga penyandang disabilitas yang terselamatkan dari risiko lebih buruk. Misal, pada lansia yang mengalami kebutaan akibat katarak, setelah dioperasi mampu melihat kembali.Â
Bantuan Sembako dan Nutrisi
Dari semua program TJSL yang disebutkan di atas, pemberian bantuan sembako dan nutrisi tampaknya paling umum dilakukan perusahaan-perusahaan negeri maupun swasta. Sebab selain mekanismenya tidak terlalu sulit, nyaris tidak ada disabilitas yang menolak manfaat ini. Lain dengan bantuan pengobatan karena ada kemungkinan segelintir disabilitas memang tidak bisa menerimanya karena kondisi mereka tidak bisa ditangani medis lagi.Â
Bentuk bantuan dasar ini dapat berupa pemberian sembako, paket makanan bergizi, dan vitamin penguat daya tahan tubuh.
Kesimpulan
Ternyata begitu besar manfaat program tanggung jawab sosial lingkungan untuk para penyandang disabilitas. Semoga dengan bertambahnya jumlah pekerja disabilitas, semakin memungkinkan mereka hidup dalam garis kesejahteraan yang layak ke depannya. Bagi perusahaan yang ingin turut berperan aktif dalam menyerap tenaga kerja disabilitas, Anda dapat menggunakan layanan recruitment inklusif melalui parakerja.com. Platform ini menjadi jembatan antara perusahaan dan pencari kerja disabilitas yang memiliki semangat dan kompetensi untuk berkembang bersama.

