Augmentative and Alternative Communication

Komunikasi adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan. Bentuk komunikasi tidak harus berupa verbal, tetapi juga bisa dalam bentuk gerak tubuh, sandi, maupun gestur. Komunikasi non-verbal inilah yang dinamakan Augmentative and Alternative Communication (AAC).

Penerapan Augmentative and Alternative Communication sebenarnya sudah berlangsung sejak individu berada di dalam kandungan. Bayi di dalam rahim menggerakkan tubuhnya sebagai sinyal informasi atas apa yang diinginkan atau dibutuhkannya. Misalnya, pergerakkan bayi yang semakin aktif bisa menjadi tanda bahwa ia akan segera lahir.

Meskipun AAC bukanlah sesuatu yang terlalu baru, banyak orang yang masih asing dengan istilah tersebut. Untuk lebih jelasnya, silakan baca artikel ini sampai tuntas.

Apa Itu Augmentative and Alternative Communication?

Secara sederhana, AAC adalah bentuk komunikasi menggunakan alat bantu. Pada mulanya istilah ini hanya “Augmentative Communication”. Namun seiring waktu, istilah ini dikembangkan menjadi “Augmentative and Alternative Communication”.

Meskipun penulisannya serangkai, komunikasi “augmentative” dan “alternative” mengandung pengertian yang berbeda satu sama lain.

Komunikasi augmentative adalah komunikasi dengan perangkat atau alat tertentu yang bertujuan untuk melengkapi ucapan asli. Komunikasi seperti ini sangat familiar di tengah masyarakat. Contohnya adalah penggunaan amplifier portabel sebagai alat bantu menaikkan volume suara asli  sehingga memperjelas ucapan pembicara.

Penggunaan amplifier bermanfaat bagi orang-orang dengan kapasitas vokal terbatas, baik karena kelainan pita suara bawaan lahir atau efek penyakit tertentu. Berbekal amplifier, pendengar dapat menangkap dengan jelas apa yang sedang disampaikan pembicara.

Sedangkan komunikasi alternative adalah komunikasi yang mengandalkan alat atau perangkat sebagai pengganti ucapan asli. Ini dapat dicontohkan dengan penggunaan program text to speech pada aplikasi khusus. Jadi, ketika seseorang mengetikkan kata sesuai yang ingin ia sampaikan, program akan mengubah kata tersebut menjadi bunyi atau suara.

Komunikasi alternative berguna bagi orang yang tidak memiliki kemampuan berbicara secara verbal, baik yang sifatnya sementara maupun permanen.

3 Kategori Augmentative and Alternative Communication

Berdasarkan jenis perangkat atau alat bantunya, praktik AAC terbagi menjadi 3 kategori, yaitu:

AAC Anggota Tubuh

Kategori pertama merupakan bentuk praktik AAC paling dasar. Sebelum teknologi alat bantu terapi komunikasi berkembang, orang-orang dengan keterampilan verbal terbatas mengandalkan anggota tubuh mereka sendiri saat berkomunikasi. Mereka memberi isyarat dalam bentuk gerakan tangan, gerakan bola mata, dan ekspresi wajah tertentu untuk membuat lawan bicara mengerti. Cara ini tetap langgeng karena praktis dan cepat.

AAC Teknologi Rendah

Pada tahap ini, orang-orang menggunakan alat bantu komunikasi sederhana seperti buku cetak bergambar, papan gambar, simbol cetak, dan semacamnya. Alat bantu ini masih berteknologi rendah, statis, dan tidak dapat diubah-ubah.

AAC Teknologi Tinggi

AAC kategori ketiga adalah yang sedang berlangsung di era sekarang. Penyandang disabilitas melatih keterampilan berkomunikasi dengan dukungan perangkat canggih seperti iPad atau komputer yang dilengkapi perangkat lunak text to speech, amplifier, perangkat rekam suara, dan lainnya. Perangkat ini mampu menghasilkan kata atau frasa yang lebih variatif, menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna dan pendengar.

Manfaat AAC dalam Kehidupan Sehari-hari

Terapi Augmentative and Alternative Communication dalam kehidupan sehari-hari mengarah pada:

  • Orang-orang yang tidak bisa berbicara sama sekali.
  • Orang-orang yang bisa berbicara tetapi artikulasinya tidak dapat dipahami oleh pendengar.
  • Orang-orang yang mengalami kesulitan berbicara.

Berbagai hal bisa menjadi penyebab kesulitan atau ketidakmampuan seseorang berbicara, seperti cacat bawaan, penyakit (stroke, kanker tenggorokan, penurunan fungsi pendengaran karena usia, masalah neurologis, dsb), atau kecelakaan fatal. Apapun penyebabnya, AAC membantu mereka mengatasi masalah tersebut. Beberapa manfaat AAC antara lain:

  1. Membangun komunikasi dua arah yang efektif dan efisien. Pesan tersampaikan dengan benar oleh pembicara dan dapat ditangkap dengan tepat oleh pendengar. Penggunaan alat bantu yang tepat fungsi juga sangat penting.
  2. Membangun rasa percaya diri dan keberanian bersosialisasi. Ketidakmampuan berbicara dapat menghambat seseorang untuk berinteraksi. AAC memungkinkan mereka tetap bisa berkomunikasi, menyampaikan aspirasi, dan mengekspresikan diri, sehingga membentuk rasa percaya diri.
  3. Melatih fokus bagi penyandang disabilitas bawaan, orang tua sebaiknya mulai menerapkan AAC sejak dini, terutama jika anak mengalami keterlambatan berbicara, tanda-tanda autisme, atau tidak merespons percakapan. AAC adalah bagian dari terapi wicara untuk anak berkebutuhan khusus atau disabilitas, melatih keterampilan berbicara dan fokus pada lawan bicara.
  4. Mengurangi risiko timbulnya konflik akibat penyampaian yang kurang tepat. Masalah sering timbul akibat ucapan yang keliru. Bagi penyandang disabilitas bicara, hal ini sulit diperbaiki secara langsung. Dengan bantuan perangkat, mereka dapat menyampaikan maksud dengan kosakata yang tepat, mengurangi risiko salah paham.

Manfaat terapi augmentative and alternative communication sangat besar bagi penyandang disabilitas atau gangguan bicara. Dengan penerapan dan pendampingan yang tepat, mereka tetap bisa berkomunikasi dan bersosialisasi di mana saja.