National Paralympic Committee Indonesia, disingkat NPCI, adalah sebuah organisasi olahraga yang menaungi penyandang disabilitas di Indonesia yang berprestasi. NPCI merupakan organisasi utama yang membina dan menyelenggarakan ajang olahraga prestasi bagi penyandang disabilitas fisik dan sensorik di Indonesia. NPCI juga mengoordinasikan kegiatan olahraga prestasi bagi penyandang disabilitas fisik dan sensorik di tingkat nasional dan internasional.
Tugas NPCI meliputi pembinaan, pembangunan, dan peningkatan prestasi atlet penyandang disabilitas Indonesia, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional. NPCI mengumpulkan penyandang disabilitas yang memiliki bakat di bidang olahraga untuk kemudian dibina hingga mencapai prestasi.
NPCI merupakan anggota dari IPC (International Paralympic Committee), APC (Asian Paralympic Committee), dan APSF (ASEAN Para Sports Federation). IPC adalah organisasi internasional untuk atlet penyandang disabilitas, APC adalah organisasi tingkat Asia, dan ASPF adalah organisasi tingkat Asia Tenggara.
Contents
Pentingnya National Paralympic Committee Indonesia
Menjadi penyandang disabilitas tidak mengurangi kesempatan seseorang untuk berprestasi. NPCI hadir untuk menyediakan wadah bagi atlet penyandang disabilitas agar dapat mengembangkan bakat dan meraih prestasi dalam bidang olahraga. Dengan adanya NPCI, penyandang disabilitas dapat memperoleh pembinaan dan kesempatan yang setara dengan atlet non-disabilitas.
Pembinaan olahraga disabilitas di Indonesia dimulai pada tahun 1962 di Surakarta, yang kemudian melahirkan Badan Pembina Olahraga Cacat (BPOC). BPOC berubah menjadi NPC Indonesia pada tahun 2008 dan secara resmi menggunakan nama NPCI sejak 2010 melalui MUSORNAS luar biasa. Nama BPOC kemudian diubah menjadi National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) pada tahun 2008 untuk menyesuaikan dengan standar internasional dari IPC (International Paralympic Committee). NPCI resmi menjadi nama organisasi berdasarkan MUSORNAS (Musyawarah Olahraga Nasional) luar biasa BPOC pada tanggal 28 Juli 2010 di Surakarta.
Perkembangan NPCI
Pada tahun 2015, NPCI memisahkan diri dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan menjadi organisasi yang berdiri sendiri. NPCI mengoordinasikan partisipasi atlet disabilitas Indonesia dalam ajang internasional yang diselenggarakan oleh IPC, APC, dan APSF.
Kantor pusat NPCI berada di Surakarta, beralamat di Jl. Ir. Sutami No. 86, Jurug, dengan nomor telepon 0271-636486. NPCI dapat dihubungi melalui email di npcindonesia@gmail.com dan situs resmi di www.npcindonesia.org.
Visi NPCI dan Misi NPCI
Visi NPCI adalah memastikan penyandang disabilitas di Indonesia mendapatkan kesempatan yang setara dan pembinaan yang optimal untuk meraih prestasi di bidang olahraga. Misi NPCI meliputi:
- Memberikan bimbingan dan pelatihan olahraga bagi penyandang disabilitas.
- Mengupayakan pengelolaan dana dan sumber daya untuk mendukung kegiatan olahraga atlet penyandang disabilitas.
- Mengatur kegiatan bagi atlet penyandang disabilitas di tingkat daerah, nasional, dan internasional.
- Meningkatkan pendidikan, kesejahteraan, dan prestasi bagi penyandang disabilitas.
Tujuan NPCI
Tujuan NPCI antara lain:
- Membentuk kepribadian penyandang disabilitas agar mempunyai rasa cinta kemanusiaan, takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan jujur.
- Menjadi wadah bagi penyandang disabilitas untuk ikut serta dalam pembangunan nasional melalui prestasi olahraga.
- Mengembangkan dunia olahraga yang maju, adil, bermartabat, dan setara bagi penyandang disabilitas.
- Memupuk persatuan dan kesatuan bangsa melalui olahraga bagi penyandang disabilitas dan menjalin persahabatan antar bangsa.
- Mengharumkan nama bangsa melalui prestasi olahraga hingga tingkat internasional.
- Memperkuat usaha memberikan kesamaan hak dan kesempatan bagi penyandang disabilitas dalam karier dan kedinasan.
Fungsi NPCI
NPCI berfungsi sebagai wadah untuk:
- Menggalang persatuan dan kesatuan antar insan olahraga dan atlet.
- Mengembangkan cabang olahraga yang sesuai dengan potensi penyandang disabilitas melalui pembinaan dan pelatihan.
- Membina dan meningkatkan prestasi atlet penyandang disabilitas.
- Mengakomodasi dan menyalurkan aspirasi olahraga bagi anggota NPCI.
- Meningkatkan harkat dan martabat atlet penyandang disabilitas Indonesia.
- Membina dan mengembangkan atlet penyandang disabilitas sesuai dengan klasifikasi disabilitas yang diakui secara internasional, seperti amputasi, dysmelia, perbedaan panjang tungkai, hypertonia, ataksia, athetosis, keterbatasan kekuatan otot, keterbatasan rentang gerak pasif, perawakan pendek, serta disabilitas visual. NPCI tidak menaungi disabilitas intelektual (tunagrahita), yang dikelola oleh Special Olympics Indonesia (SOIna).
NPCI menjadi organisasi yang tepat untuk membina dan menyediakan jalan bagi atlet penyandang disabilitas berprestasi, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.
