JAKARTA — Komitmen untuk menciptakan layanan perbankan yang inklusif terus diperkuat oleh Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Dan Banten (Bank BJB). Pada Rabu, 15 April 2026, Bank BJB kembali bersinergi dengan Parakerja menyelenggarakan pelatihan Service Banking Academy: “Inclusive Service Excellence & Business Growth” bagi para staf garda terdepan.
Pelatihan ini merupakan langkah nyata dalam mengimplementasikan Pedoman SETARA dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tujuannya adalah memastikan seluruh nasabah, termasuk penyandang disabilitas, mendapatkan layanan yang adil, responsif, dan non-diskriminatif di seluruh jaringan kantor Bank BJB.
Contents
Mendalami Etika dan Ragam Disabilitas
Program dimulai dengan sesi Disability Awareness yang dibawakan langsung oleh Rezki Achyana (CEO Parakerja). Peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai filosofi inklusi, perbedaan antara Equality (kesetaraan) dan Equity (keadilan), serta bagaimana etika berinteraksi yang benar dengan rekan kerja maupun nasabah disabilitas.
Sesi teknis dilanjutkan dengan materi aksesibilitas bagi nasabah Netra dan Low Vision. Dalam sesi ini, peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkan teknik pendampingan yang aman, pengenalan uang kertas melalui tekstur, hingga cara mengarahkan nasabah di area perbankan dengan empati.
Selain itu, penanganan untuk nasabah Disabilitas Fisik juga menjadi fokus utama. Peserta diajarkan teknik membantu pengguna kursi roda dengan benar, memastikan aksesibilitas jalur tetap aman, dan memberikan bantuan tanpa mengurangi kemandirian nasabah tersebut.
Komunikasi Inklusif melalui Bahasa Isyarat (BISINDO)
Kehadiran instruktur Tuli dari tim Parakerja memberikan pengalaman belajar yang autentik bagi para peserta saat mempelajari Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO). Sesi ini dirancang agar frontliner mampu melakukan komunikasi dasar, seperti mengucapkan salam, menanyakan kebutuhan transaksi, hingga memberikan instruksi sederhana dalam bahasa isyarat.
Kemampuan ini diharapkan dapat menghilangkan sekat komunikasi yang selama ini sering menjadi hambatan bagi nasabah Tuli saat berkunjung ke bank, sehingga mereka merasa lebih dihargai dan mandiri dalam mengelola keuangan.
Hasil Evaluasi: Peningkatan Kapasitas yang Signifikan
Keberhasilan pelatihan di Jakarta ini terlihat dari lonjakan nilai evaluasi yang sangat impresif dibandingkan sesi sebelumnya:
- Pre-Test: Rata-rata nilai awal peserta adalah 65.5, menunjukkan pemahaman dasar yang masih beragam terkait penanganan disabilitas.
- Post-Test: Setelah mengikuti rangkaian pelatihan, nilai rata-rata melonjak tajam menjadi 97.38 dengan nilai median mencapai 100.
Data ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dapat diserap dengan sangat baik oleh peserta. Tingkat pengetahuan yang kini menjadi homogen dan tinggi menjamin standar layanan inklusif yang konsisten di lapangan.
Membangun Masa Depan Perbankan yang Inklusif
Melalui Service Banking Academy, Bank BJB tidak hanya meningkatkan kompetensi pegawainya, tetapi juga membangun budaya kerja yang menghargai keberagaman. Pelatihan ini adalah investasi jangka panjang untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, di mana akses keuangan terbuka lebar bagi setiap warga negara tanpa kecuali.
Sinergi antara Bank BJB dan Parakerja ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sektor industri lainnya untuk terus bergerak menuju Indonesia yang lebih inklusif dan ramah disabilitas.