Sebagai penunjang kegiatan harian dan mobilitas, tongkat sebagai alat bantu jalan memiliki peran penting bagi penyandang disabilitas, khususnya tunanetra. Meski kadang masih membutuhkan pendamping, tongkat dapat membantu mereka agar lebih mandiri dalam beraktivitas. Tongkat ini juga menjadi sarana penting untuk meningkatkan kebebasan bergerak dan akses terhadap lingkungan sekitar.
Berdasarkan informasi dari laman WebMD, tongkat untuk penyandang tunanetra terdiri dari beberapa jenis. Saat memilih, dapat menyesuaikan dengan tingkat kemampuan penglihatan, lingkungan, dan sejumlah faktor lainnya.
Contents
Jenis Tongkat Penyandang Tunanetra
Secara umum, terdapat dua jenis tongkat sebagai alat bantu jalan bagi penyandang tunanetra. Tongkat penyangga umumnya digunakan oleh penyandang disabilitas fisik dan tidak termasuk alat bantu jalan bagi tunanetra. Karena itu, tongkat ini tidak termasuk dalam kategori alat bantu jalan khusus untuk penyandang tunanetra. Sesuai dengan namanya, tongkat ini berfungsi sebagai penyangga tubuh. Melalui pegangan tangan yang besar, badan akan tetap stabil meski sedang berjalan atau bergerak.
Jenis kedua adalah Tongkat probing berfungsi sebagai alat bantu mobilitas bagi tunanetra yang mengalami kehilangan penglihatan total atau memiliki penglihatan yang sangat terbatas. Alat ini berfungsi sebagai navigator sekaligus mendeteksi objek atau rintangan saat berjalan, dan terbagi lagi menjadi tiga jenis:
Tongkat Panjang
Tongkat panjang merupakan jenis yang paling umum digunakan, dan biasanya dilengkapi fitur lipat agar mudah dibawa. Tingginya disesuaikan hingga sejajar dengan tulang dada dan cara memakainya adalah dengan memutar atau mengetuk bagian ujung (tip) ke permukaan jalan. Bagian ujung (tip)-nya dapat diganti sesuai kebutuhan atau kondisi penggunaan.
Tongkat Identifikasi
Tongkat identifikasi (identification cane) biasanya lebih pendek dan digunakan oleh penyandang low vision untuk memberi sinyal kepada orang lain bahwa mereka memiliki gangguan penglihatan. Ukurannya lebih pendek dan berfungsi sebagai alat pemberitahuan pada orang lain jika yang memegang alat bantu jalan tongkat tersebut punya gangguan penglihatan.
Tongkat Panduan
Tongkat pendek ini berfungsi untuk membantu mengenali permukaan jalan atau rintangan di sekitar kaki, namun istilahnya bukan “tongkat panduan” melainkan bagian dari jenis tongkat eksploratif atau pendampingan, tergantung pada konteks penggunaannya. Cara memakainya yaitu dengan memegang alat tersebut dalam posisi diagonal atau sedikit miring ke depan.
Jenis Ujung atau Tip Tongkat
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, pengguna tongkat panjang dari jenis probing bisa mengganti bagian ujung atau tip. Saat menentukan pilihan, dapat menyesuaikan dengan kondisi sekitar.
Ujung Pensil
Selain tipis dan ringan, ujung pensil memiliki bentuk memanjang dan memberikan umpan balik yang baik kepada penggunanya. Namun, ujung ini sebaiknya tidak digunakan di ruang sempit atau di trotoar yang retak karena mudah tersangkut.
Ujung Roller
Dalam menjalankan fungsinya, ujung roller tidak terlalu mampu memberi umpan balik. Namun karena bobotnya lebih berat dan permukaannya halus berulir, ujung ini tidak mudah tersangkut. Jadi lebih aman meski penggunanya berada di trotoar dengan banyak celah atau lubang.
Ujung Marshmallow
Salah satu kelebihan dari alat bantu jalan tongkat dengan ujung marshmallow adalah tak mudah tersangkut dan memiliki bentuk yang tebal. Namun pengguna perlu berhati-hati karena ujung ini memiliki sensitivitas yang rendah dan bobot yang cukup berat.
Ujung Bundu Basher
Ujung tongkat dengan tipe off-road atau all-terrain cocok digunakan saat menjelajahi medan alam terbuka, seperti saat hiking atau berjalan di jalur berbatu. Ujung tongkat ini punya ukuran lebih panjang dan berbentuk lengkungan sehingga bisa melakukan deteksi secara lebih detail dan akurat.
Ujung Metal Glide
Apa pun jenis permukaannya, bisa menggunakan tongkat dengan ujung metal glide. Selain ringan, ujung ini berbentuk bundar dan mampu mendeteksi permukaan dengan baik serta tidak mudah tersangkut.
Kode dan Tanda Warna
Setiap tongkat untuk penyandang tunanetra selalu memiliki kode dan tanda warna tertentu yang perlu diketahui oleh masyarakat umum, termasuk mereka yang tidak memiliki disabilitas. Misalnya, tongkat berwarna putih menandakan bahwa penggunanya mengalami gangguan penglihatan berat atau tunanetra total.
Jika tongkat putih memiliki ujung berwarna merah, ini menandakan bahwa pengguna adalah penyandang tunarungu netra (deafblind), yaitu seseorang yang mengalami gangguan penglihatan dan pendengaran secara bersamaan.
Cara Tepat Memilih Tongkat untuk Penyandang Tunanetra
Ketika memilih tongkat untuk membantu berjalan, pertimbangkan apakah yang jadi kebutuhan tersebut adalah tongkat penyangga atau probing. Jika tujuannya adalah untuk mencari stabilitas dan keseimbangan tubuh, pilihan terbaiknya adalah tongkat penyangga. Pastikan alat tersebut memiliki kekuatan yang memadai untuk menopang berat tubuh.
Tingginya juga harus sesuai dengan posisi tangan, dan ujung tongkat harus mampu mencengkeram permukaan dengan baik. Hal ini dapat mencegah pengguna jatuh atau tergelincir, biasanya terdapat lapisan karet di bagian ujung dan pada pegangan tangan.
Kemudian apabila lebih suka memakai tongkat probing, meski bobotnya lebih ringan daripada tongkat penopang, tetap perlu memperhatikan bahan pembuatnya. Pilih bahan grafit atau aluminium karena lebih ringan dan tahan lama. Selanjutnya khusus untuk tongkat panjang yang memiliki lipatan, perhatikan kualitas sistem kerjanya karena bagian ini rentan terhadap kerusakan.
Di era sekarang, telah tersedia tongkat untuk tunanetra yang menggunakan berbagai teknologi modern. Boleh saja memilih alat ini, namun pertimbangkan pula apakah dapat memanfaatkan semua teknologi dan fitur tersebut secara optimal. Jangan sampai yang terjadi adalah sebaliknya, menimbulkan kerepotan dan ketidaknyamanan.
Setiap penyandang tunanetra memerlukan alat bantu jalan tongkat untuk melakukan berbagai kegiatan. Selain itu, dukungan sarana dan prasarana yang memadai juga sangat penting, seperti jalur pemandu taktil (guiding blocks), transportasi yang ramah disabilitas, dan layanan publik yang inklusif, agar mereka bisa lebih mandiri.

