Peran dan kualifikasi jasa juru bahasa isyarat dalam mendukung komunikasi inklusif

Penyandang disabilitas juga memiliki hak untuk memperoleh pekerjaan yang layak. Di Indonesia, sejumlah peraturan telah menjamin hak bekerja bagi penyandang disabilitas.

Salah satunya adalah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016, yang memuat hak penyandang disabilitas untuk mendapatkan kesempatan kerja yang setara. Peraturan tersebut mewajibkan pemerintah, BUMN, dan BUMD mempekerjakan paling sedikit 2 persen penyandang disabilitas dari total pegawai, sedangkan perusahaan swasta paling sedikit 1 persen.

Regulasi lain turut melengkapi, seperti Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Unit Layanan Disabilitas Bidang Ketenagakerjaan. Aturan ini mengatur pendampingan bagi tenaga kerja penyandang disabilitas maupun bagi pemberi kerja yang menerimanya, termasuk koordinasi penyediaan alat bantu kerja. Perusahaan tetap perlu membuat kebijakan internal yang mendukung inklusi serta menyediakan fasilitas dan penyesuaian yang dibutuhkan. Jika diperlukan, mereka juga dapat menghubungi penyedia jasa juru bahasa isyarat.

Proses rekrutmen harus inklusif dan bebas diskriminasi agar penyandang disabilitas dapat melamar dan berpartisipasi secara setara. Selain itu, perusahaan juga harus menyediakan akses informasi serta fasilitas fisik yang ramah disabilitas. Tugas dan tanggung jawab kerja perlu disesuaikan dengan kemampuan serta kebutuhan penyandang disabilitas. Salah satu dukungan penting dalam mewujudkan kesetaraan peran tersebut adalah melalui kehadiran juru bahasa isyarat.

Peran Penting Juru Bahasa Isyarat

Juru Bahasa Isyarat sebagai Jembatan Komunikasi

Juru bahasa isyarat adalah profesional yang memiliki keahlian mentransliterasi bahasa lisan ke dalam bahasa isyarat, dan sebaliknya, untuk memfasilitasi komunikasi langsung antara individu Tuli dan orang dengar.

Mereka bertindak sebagai penerjemah komunikasi, baik dalam konteks formal maupun informal. Tujuannya adalah menjembatani komunikasi agar individu Tuli dapat berinteraksi dengan orang yang tidak memahami bahasa isyarat. Selain itu, mereka juga berperan sebagai mediator komunikasi dalam berbagai situasi, mulai dari bidang pendidikan, layanan publik, hingga pertemuan umum. Peran ini turut mendukung terciptanya lingkungan yang inklusif dengan memastikan informasi dapat diakses oleh semua orang, termasuk penyandang disabilitas pendengaran.

Perusahaan atau organisasi yang membutuhkan peran ini bisa bekerja sama dengan penyedia jasa juru bahasa isyarat. Kontribusi mereka penting dalam menjamin akses informasi dan layanan bagi individu Tuli, sekaligus memastikan hak berkomunikasi dan mengakses informasi secara setara dengan masyarakat umum.

Menjaga Etika, Akurasi, dan Profesionalisme

Terkadang, juru bahasa isyarat harus menerjemahkan informasi penting yang bersifat rahasia. Karena itu, mereka harus menjaga kerahasiaan informasi yang diterjemahkan, serta memastikan keakuratan dan integritas pesan tanpa menambah atau mengurangi makna.

Mereka juga harus bersikap netral, tidak memihak, dan menjunjung tinggi kode etik profesi, terutama dalam situasi yang mengandung konflik atau perbedaan pendapat. Prinsip etika ini dibahas lebih rinci dalam ulasan tentang interpreter bahasa isyarat, fungsi, etika, dan peluang kariernya. Inilah alasan mengapa penting memilih penyedia jasa juru bahasa isyarat yang memiliki kualifikasi sesuai dan terpercaya.

Keahlian dan Kualifikasi Juru Bahasa Isyarat

Penguasaan Bahasa Isyarat dan Bahasa Lisan

Seorang juru bahasa isyarat wajib menguasai bahasa isyarat. Di Indonesia, ini berarti menguasai Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) atau Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI), tergantung konteks dan komunitas tempat mereka bekerja. Mereka juga harus menguasai bahasa lisan utama seperti bahasa Indonesia, sesuai wilayah dan kebutuhan komunikasi.

Pemahaman Budaya dan Etika Komunitas Tuli

Keahlian pendukung yang harus dimiliki antara lain pemahaman tentang budaya dan etika komunitas Tuli, serta kemampuan berinteraksi dengan berbagai kelompok dan individu dari latar belakang beragam. Hal ini penting agar proses interpretasi berlangsung dengan sensitif dan akurat, bukan sekadar tepat secara harfiah.

Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi

Penyedia jasa dapat memberikan pelatihan dan sertifikasi kompetensi kepada juru bahasa isyarat sebagai bukti bahwa mereka memiliki kemampuan yang sesuai standar. Sertifikasi ini menjadi bukti profesionalisme dan kompetensi yang valid, sekaligus memudahkan perusahaan menilai calon penyedia.

Keterampilan Teknis dan Interpretasi

Juru bahasa isyarat juga perlu menguasai keterampilan teknis, seperti penggunaan perangkat lunak konferensi video yang mendukung layanan interpretasi jarak jauh. Teknik interpretasi simultan dan konsekutif perlu dikuasai, dengan penyesuaian pada kebutuhan visual dan konteks komunikasi.

Kemampuan Interpersonal dan Fleksibilitas

Kemampuan interpersonal seperti kesabaran dan empati penting untuk mendukung kebutuhan penyandang disabilitas pendengaran. Juru bahasa isyarat juga harus mampu menghadapi tantangan komunikasi dengan cara yang kreatif dan efektif, serta fleksibel bekerja di berbagai lingkungan dan beradaptasi cepat saat terjadi perubahan mendadak.

Kapan Perusahaan Membutuhkan Jasa Juru Bahasa Isyarat?

Banyak perusahaan baru menyadari kebutuhan ini setelah karyawan Tuli bergabung. Padahal, ada beberapa momen yang sebaiknya sudah disiapkan sejak awal:

  • Proses rekrutmen dan wawancara, agar kandidat Tuli dapat menyampaikan kemampuannya tanpa hambatan komunikasi. Langkah ini sejalan dengan praktik yang dibahas dalam ulasan tentang menyusun SOP rekrutmen yang ramah disabilitas.
  • Masa onboarding dan pelatihan kerja, ketika banyak informasi baru harus diserap dalam waktu singkat.
  • Rapat penting dan evaluasi kinerja, supaya karyawan Tuli bisa berpartisipasi aktif, bukan sekadar hadir.
  • Acara publik perusahaan, seperti konferensi, seminar, atau peluncuran produk yang melibatkan audiens luas.
  • Situasi khusus, misalnya pemeriksaan kesehatan kerja, urusan administrasi, atau pendampingan dalam proses hukum.

Di luar dunia kerja, jasa ini juga banyak dimanfaatkan dalam persidangan untuk membantu terdakwa atau saksi Tuli memahami proses hukum dan memberikan kesaksian secara tepat, serta dalam siaran berita dan program televisi agar informasi dapat diakses semua pemirsa.

“Menghadirkan juru bahasa isyarat itu bukan pengeluaran tambahan, melainkan cara memastikan karyawan Tuli benar-benar bisa ikut berpikir dan mengambil keputusan di ruang rapat. Tanpa itu, mereka hadir secara fisik tetapi tertinggal secara informasi, dan di situlah kesetaraan yang kita bicarakan kehilangan maknanya.”

Rezki Achyana, Founder & CEO Parakerja

Cara Memilih Penyedia Jasa Juru Bahasa Isyarat

Karena kualitas interpretasi sangat menentukan, pemilihan penyedia jasa tidak boleh dilakukan asal cepat. Beberapa hal berikut layak menjadi bahan pertimbangan sebelum Anda memutuskan.

  • Kejelasan kualifikasi dan sertifikasi. Pastikan penyedia dapat menunjukkan bukti kompetensi juru bahasa isyaratnya, bukan sekadar klaim mampu berisyarat.
  • Kesesuaian sistem isyarat. Tanyakan apakah juru bahasa menguasai BISINDO atau SIBI, lalu sesuaikan dengan kebiasaan karyawan atau audiens Anda.
  • Pengalaman pada konteks serupa. Interpretasi rapat teknis berbeda dari interpretasi acara publik. Pengalaman di bidang yang relevan sangat membantu.
  • Kepatuhan pada kode etik. Terutama menyangkut kerahasiaan informasi, netralitas, dan batasan peran selama bertugas.
  • Kesiapan teknis. Untuk kebutuhan daring, pastikan penyedia terbiasa dengan platform konferensi video dan pengaturan visual yang memadai.
  • Fleksibilitas jadwal dan durasi. Untuk acara panjang, biasanya dibutuhkan lebih dari satu juru bahasa yang bekerja bergantian agar kualitas terjemahan tetap terjaga.

Selain menggunakan jasa dari luar, perusahaan juga bisa membekali karyawannya dengan kemampuan dasar bahasa isyarat. Pendekatan ini tidak menggantikan peran juru bahasa profesional, tetapi sangat membantu komunikasi sehari-hari, seperti diulas dalam artikel tentang cara efektif menguasai BISINDO dari dasar.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa itu jasa juru bahasa isyarat?

Jasa juru bahasa isyarat adalah layanan penerjemahan komunikasi antara pengguna bahasa isyarat dan pengguna bahasa lisan, yang disediakan oleh tenaga profesional untuk berbagai keperluan seperti rapat, wawancara kerja, acara publik, layanan kesehatan, maupun proses hukum.

Apa saja kualifikasi juru bahasa isyarat yang profesional?

Kualifikasinya mencakup penguasaan bahasa isyarat dan bahasa lisan, pemahaman budaya komunitas Tuli, sertifikasi kompetensi, keterampilan teknis interpretasi simultan maupun konsekutif, serta kemampuan interpersonal seperti kesabaran, empati, dan fleksibilitas.

Apakah perusahaan wajib menyediakan juru bahasa isyarat?

Perusahaan wajib menyediakan akomodasi yang layak bagi karyawan penyandang disabilitas sesuai UU Nomor 8 Tahun 2016. Bagi karyawan Tuli, kehadiran juru bahasa isyarat pada momen penting seperti wawancara, pelatihan, atau rapat merupakan salah satu bentuk akomodasi tersebut, meski bentuknya dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu.

Bagaimana memilih penyedia jasa juru bahasa isyarat yang tepat?

Periksa kualifikasi dan sertifikasi juru bahasanya, pastikan sistem isyarat yang dikuasai sesuai kebutuhan, tinjau pengalaman pada konteks serupa, dan pastikan mereka menjunjung kode etik profesi. Untuk acara berdurasi panjang, tanyakan pula ketersediaan lebih dari satu juru bahasa.

Kesimpulan

Layanan juru bahasa isyarat dapat dimanfaatkan dalam berbagai situasi dan lingkungan, mulai dari ruang rapat perusahaan, acara publik, siaran televisi, hingga ruang sidang. Keberadaan mereka menjadi jembatan penting dalam mewujudkan komunikasi yang setara dan tanpa hambatan.

Karena itu, memilih penyedia jasa juru bahasa isyarat yang profesional dan terpercaya menjadi hal yang krusial. Perusahaan sebaiknya memandang layanan ini bukan sebagai pelengkap acara, melainkan sebagai bagian dari komitmen memastikan setiap orang memperoleh informasi yang sama. Parakerja siap mendampingi organisasi Anda dalam menyediakan layanan juru bahasa isyarat sekaligus membangun lingkungan kerja yang lebih inklusif.


Artikel ini terakhir ditinjau dan diperbarui oleh Tim Parakerja pada 22 Juli 2026 untuk memastikan keakuratan informasi dan kesesuaian dengan regulasi ketenagakerjaan terkini.