Bahasa isyarat umum digunakan oleh penyandang disabilitas, khususnya mereka yang mengalami gangguan pendengaran atau kesulitan berbicara, seperti penyandang tuli. Meski memiliki keterbatasan dalam bicara dan pendengaran, mereka masih bisa berinteraksi dengan lingkungan sosial menggunakan bahasa isyarat. Menariknya, kini sudah banyak alat bantu berupa aplikasi bahasa isyarat yang lebih praktis dibandingkan metode manual.
Aplikasi bahasa isyarat memberikan banyak kemudahan bagi penyandang disabilitas, keluarga, maupun guru pendamping. Penyandang disabilitas dapat memanfaatkannya untuk menyampaikan pesan kepada mereka yang bukan disabilitas. Sementara itu, orang yang tidak memiliki disabilitas dapat memahami pesan tersebut dengan lebih mudah, sehingga terjalin komunikasi yang saling mengerti.
Sebelum aplikasi ini ada, mereka yang memiliki keterbatasan berbicara dan mendengar mempelajari bahasa isyarat melalui buku. Dari segi efektivitas, buku panduan bahasa isyarat masih cukup membantu. Namun, dari segi efisiensi dan aksesibilitas, buku jelas kalah jauh dibandingkan dengan aplikasi bahasa isyarat. Sebab, tidak selalu orang bisa membawa buku ke mana-mana, sedangkan sebagian besar orang kini selalu membawa smartphone dalam berbagai aktivitas.
Contents
Bagaimana Cara Belajar Bahasa Isyarat dengan Aplikasi Berbasis Teknologi Machine Learning?
Aplikasi bahasa isyarat merupakan perangkat lunak yang terhubung dengan gawai Android dan dapat digunakan secara mobile, dan terintegrasi dengan kamera perangkat secara real-time. Beberapa aplikasi juga memanfaatkan sensor otot seperti MYO Armband untuk mendeteksi gerakan tangan secara lebih detail, sehingga menghasilkan terjemahan yang lebih akurat.
Belajar bahasa isyarat dengan aplikasi sangat mudah. Aplikasi menyediakan dua opsi fitur dengan manfaat berbeda, yakni Gesture to Text dan Text to Gesture.
Gesture to Text
Gesture to Text cenderung ditujukan untuk pengguna non-disabilitas dalam berkomunikasi dengan penyandang disabilitas. Arahkan kamera perangkat Android pada penyandang disabilitas yang sedang berbahasa isyarat. Sensor akan menangkap gerakan isyarat tersebut dan sistem akan langsung menerjemahkannya menjadi teks.
Text to Gesture
Text to gesture adalah fitur yang mengubah tulisan ke dalam bentuk gerakan isyarat. Manfaat ini biasanya lebih dirasakan oleh penyandang disabilitas. Mereka tinggal menyalin suatu teks yang mereka dengar ke layar perangkat. Selanjutnya, sistem akan mengubahnya ke dalam bentuk gerakan isyarat.
Manfaat Aplikasi Bahasa Isyarat
Sebagai salah satu inovasi produk teknologi di peradaban modern, aplikasi bahasa isyarat menyuguhkan sejumlah manfaat dan pengalaman yang berbeda bagi penggunanya, yaitu:
Memungkinkan Proses Pembelajaran Berlangsung di Mana Saja
Buku adalah “teman belajar” yang baik untuk anak dalam segala kondisi. Namun, kita tidak bisa menutup mata bahwa saat ini buku banyak tergantikan oleh smartphone. Bila buku adalah jendela dunia, maka smartphone adalah dunia dalam genggaman.
Dengan modal aplikasi penerjemah bahasa isyarat, ibarat memiliki buku saku terjemahan bahasa isyarat yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja tanpa harus bergantung pada panduan cetak.
Tak Sebatas Menerjemahkan, Aplikasi Bahasa Isyarat Juga Membimbing Pengguna dalam Cara Berisyarat yang Benar
Selain isyarat kata, gesture memainkan peranan sangat penting dalam penggunaan bahasa isyarat. Kekeliruan berisyarat justru berpotensi menimbulkan salah paham dalam komunikasi.
Sebagai Media Hiburan Sambil Belajar
Banyak aplikasi belajar bahasa isyarat yang menggunakan animasi 3D untuk menunjukkan gerakan secara lebih nyata. Animasi tersebut mencontohkan gerakan isyarat yang sesuai dengan panduan SIBI. Untuk memperjelas gerakan, tersedia juga fitur perbesar, perkecil, dan putar. Panduan dalam bentuk bergerak tentu saja lebih menarik daripada gambar statis.
Membangun Rasa Percaya Diri Bagi Penyandang Disabilitas
Keterbatasan seringkali menyebabkan penyandang disabilitas dianggap lemah dan tertinggal. Namun, dengan adanya aplikasi kamus bahasa isyarat digital, mereka dapat membuktikan bahwa p penyandang disabilitas juga mahir menggunakan teknologi dan dapat berinteraksi dengan siapa saja tanpa hambatan.
Apa Perbedaan BISINDO dan SIBI?
BISINDO
BISINDO adalah jenis bahasa isyarat paling awal di Indonesia, terbentuk secara alamiah dari kebiasaan sehari-hari komunitas Tuli. BISINDO memiliki kosakata yang lebih variatif, termasuk unsur bahasa daerah. Ciri khas BISINDO adalah penggunaan dua tangan saat mengisyaratkan sesuatu.
Karena BISINDO terbentuk dari “gagasan” spontan penyandang tuli dan tunawicara, BISINDO lebih disukai dan mudah dipahami oleh penyandang disabilitas yang baru belajar bahasa isyarat.
SIBI
SIBI merupakan Sistem Bahasa Isyarat Indonesia yang dikembangkan secara formal oleh pihak-pihak yang peduli terhadap pendidikan dan hak penyandang disabilitas. SIBI mengadopsi sebagian sistem abjad jari dari American Sign Language, tetapi menggunakan struktur kalimat bahasa Indonesia.
Dari sisi struktur bahasa, SIBI lebih terstruktur dan kosakata di dalamnya baku. Harapannya, penyandang disabilitas bisa berbahasa dengan baik dan benar mengikuti standar internasional, sehingga mereka dapat berkomunikasi secara efektif dalam berbagai konteks, termasuk dengan komunitas internasional.
Secara kontekstual, SIBI lebih rumit. Namun, sejak adanya aplikasi bahasa isyarat, penerapan SIBI menjadi lebih mudah dimengerti oleh penyandang disabilitas.
Begitulah pemanfaatan aplikasi bahasa isyarat oleh penyandang disabilitas dan non-disabilitas. Keterlibatan masyarakat umum dalam mempelajari bahasa isyarat mencerminkan kepedulian terhadap penyandang disabilitas.
