Menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan peserta Tuli sering kali terasa kurang lancar ketika kebutuhan komunikasi setiap peserta berbeda. Beruntungnya, masalah ini bisa diatasi dengan menghadirkan tenaga yang tepat sejak awal. Karena itu, wajar jika Anda perlu tahu bagaimana cara merekrut JBI, sebab langkah ini penting agar komunikasi berlangsung jelas dan semua pihak merasa terlayani dengan baik.
Yang sering terjadi, orang baru mencari JBI ketika acara sudah dekat. Tentu saja itu kurang tepat, padahal proses memilih tenaga yang sesuai membutuhkan waktu. Semakin mepet waktunya, semakin sempit pula pilihan yang tersedia, dan risiko mendapatkan JBI yang kurang cocok dengan tema acara menjadi lebih besar.
Mengenal JBI Sebelum Merekrutnya
Sebelum membahas cara merekrut JBI, ada baiknya memahami dulu apa itu JBI atau penerjemah bahasa isyarat. Mereka adalah tenaga profesional yang membantu menyampaikan informasi antara pengguna bahasa lisan dan pengguna bahasa isyarat secara akurat.
Dalam praktiknya, yang sudah semakin sering kita lihat belakangan ini, juru bahasa isyarat berperan sebagai penghubung komunikasi yang menjaga agar pesan dari kedua belah pihak tetap utuh tanpa mengubah makna. Mereka bukan sekadar orang yang bisa berbahasa isyarat, melainkan profesional yang bekerja dengan standar dan etika tertentu. Penjelasan lebih lengkap mengenai perannya dapat dibaca dalam ulasan tentang peran dan kualifikasi jasa juru bahasa isyarat.
Langkah 1: Tentukan Kebutuhan Kegiatan
Langkah pertama adalah menentukan kebutuhan kegiatannya terlebih dahulu. Anda perlu mengetahui apakah JBI akan bertugas dalam seminar, pelatihan, rapat, konferensi, pelayanan publik, atau kegiatan lainnya. Informasi ini penting karena setiap kegiatan memiliki tingkat kesulitan yang berbeda.
Selain jenis acara, ada beberapa hal lain yang sebaiknya sudah jelas sejak awal:
- Jumlah peserta Tuli dan preferensi sistem isyarat mereka, apakah BISINDO atau SIBI.
- Durasi kegiatan, karena ini memengaruhi jumlah JBI yang dibutuhkan.
- Format acara, apakah tatap muka, daring, atau gabungan keduanya.
- Tingkat formalitas dan kerahasiaan, misalnya rapat internal berbeda dengan seminar terbuka.
Dengan mengetahui kebutuhan sejak awal, proses cara merekrut JBI menjadi jauh lebih terarah dan Anda tidak perlu bolak-balik menyesuaikan permintaan di tengah jalan.
Langkah 2: Cari JBI dengan Pengalaman yang Sesuai
Berikutnya, carilah calon penerjemah bahasa isyarat yang memiliki pengalaman sesuai bidang acara. Pengalaman yang sudah matang akan membantu JBI lebih siap menghadapi istilah teknis maupun dinamika komunikasi selama kegiatan berlangsung.
Jika acara membahas topik kesehatan, hukum, atau pendidikan, sebaiknya pilih JBI yang pernah menangani tema serupa. Istilah medis atau hukum memiliki tingkat kesulitan tersendiri, dan salah menerjemahkan satu istilah saja bisa mengubah pemahaman peserta. Dengan pengalaman yang relevan, penyampaian informasi pun tetap akurat.
Anda dapat mencari JBI melalui penyedia layanan aksesibilitas, komunitas Tuli, maupun organisasi yang bergerak di bidang disabilitas. Bekerja sama dengan penyedia yang sudah berpengalaman biasanya lebih praktis, karena mereka dapat menyesuaikan tenaga sesuai karakter acara Anda.
Langkah 3: Periksa Kompetensi Calon JBI
Tahap berikutnya adalah memeriksa kompetensi calon JBI. Jangan ragu meminta portofolio, pengalaman kerja, atau contoh kegiatan yang pernah diikuti. Bila memungkinkan, lakukan diskusi singkat sebelum bekerja sama. Dari percakapan itulah Anda dapat menilai kemampuan komunikasi, kesiapan, serta profesionalisme mereka.
Perlu dipahami pula bahwa juru bahasa isyarat disebut profesional bukan hanya karena mampu menggunakan bahasa isyarat, tetapi juga karena memahami etika, menjaga kerahasiaan informasi, dan mampu bersikap netral selama bertugas. Prinsip semacam ini menjadi perhatian lembaga internasional seperti World Association of Sign Language Interpreters, yang mendorong setiap asosiasi juru bahasa memiliki kode etik sebagai pegangan kerja.
Beberapa hal yang layak ditanyakan saat penjajakan antara lain pengalaman pada acara serupa, sistem isyarat yang dikuasai, kesiapan menandatangani kesepakatan kerahasiaan bila acara bersifat tertutup, serta kebiasaan mereka dalam mempersiapkan materi sebelum bertugas.
Langkah 4: Sepakati Jadwal, Durasi, dan Kebutuhan Teknis
Selain kemampuan, pastikan jadwal dan durasi pekerjaan sudah disepakati sejak awal. Hal ini memudahkan kedua belah pihak dalam mempersiapkan kebutuhan teknis.
Jika acara berlangsung cukup lama, pertimbangkan penggunaan lebih dari satu JBI agar kualitas penerjemahan tetap terjaga. Menerjemahkan secara terus-menerus sangat menguras konsentrasi, sehingga sistem bergantian menjadi praktik yang umum pada kegiatan berdurasi panjang.
Persiapan seperti materi presentasi atau susunan acara juga sebaiknya diberikan lebih awal agar JBI memiliki waktu mempelajari istilah yang akan digunakan. Selain itu, perhatikan aspek teknis di lokasi, seperti posisi berdiri JBI agar terlihat jelas oleh peserta Tuli, pencahayaan yang memadai, serta latar belakang yang tidak mengganggu visual. Untuk acara daring, pastikan tampilan JBI tetap terlihat dan tidak tertutup oleh layar presentasi.
Etiket selama bekerja sama juga penting dipahami tim penyelenggara, dan hal ini diuraikan lebih rinci dalam ulasan tentang tata tertib bekerja sama dengan penerjemah bahasa isyarat.
“Kesalahan paling umum bukan salah memilih orang, melainkan terlambat mencarinya. JBI yang baik butuh waktu membaca materi, memahami istilah, dan menyiapkan diri. Kalau diminta datang mendadak tanpa bahan, yang dirugikan pada akhirnya adalah peserta Tuli yang justru ingin kita layani.”
Rezki Achyana, Founder & CEO Parakerja
Ringkasan Checklist Sebelum Merekrut JBI
Sebagai pengingat cepat, berikut hal-hal yang sebaiknya sudah Anda siapkan:
- Jenis kegiatan, tanggal, durasi, dan lokasi atau platform yang digunakan.
- Perkiraan jumlah peserta Tuli dan sistem isyarat yang mereka gunakan.
- Tema serta istilah khusus yang akan banyak muncul selama acara.
- Materi presentasi dan susunan acara untuk dipelajari JBI lebih awal.
- Kesepakatan jumlah JBI, jadwal bertugas, dan pengaturan teknis di lokasi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Berapa biaya atau gaji juru bahasa isyarat di Indonesia?
Tidak ada tarif tunggal yang berlaku umum. Besarannya dipengaruhi durasi tugas, jenis dan tingkat kesulitan acara, lokasi, serta pengalaman JBI yang bersangkutan. Cara paling tepat adalah meminta penawaran langsung kepada penyedia layanan sesuai kebutuhan kegiatan Anda.
Apa saja tugas juru bahasa isyarat?
Tugas utamanya menerjemahkan komunikasi dua arah secara akurat, menjaga keutuhan pesan tanpa menambah atau menguranginya, bersikap netral, serta menjaga kerahasiaan informasi yang diterjemahkan selama bertugas.
Apa syarat menjadi juru bahasa isyarat?
Di Indonesia belum ada ketentuan baku yang mewajibkan latar belakang pendidikan tertentu. Yang utama adalah penguasaan bahasa isyarat, pemahaman budaya Tuli, kemampuan interpretasi, serta kepatuhan pada etika profesi. Sertifikasi kompetensi menjadi nilai tambah yang memperkuat kredibilitas.
Berapa lama sebaiknya JBI dipesan sebelum acara?
Semakin awal semakin baik. Idealnya beberapa minggu sebelum kegiatan, agar Anda memiliki pilihan tenaga yang lebih luas dan JBI punya cukup waktu mempelajari materi serta istilah yang akan digunakan.
Bagaimana langkah awal belajar bahasa isyarat bagi tim penyelenggara?
Mulailah dari alfabet, angka, dan sapaan dasar, lalu berlatih rutin bersama tutor Tuli. Kemampuan dasar ini tidak menggantikan peran JBI, tetapi sangat membantu interaksi sehari-hari, seperti diulas dalam artikel tentang cara efektif menguasai BISINDO dari dasar.
Kesimpulan
Merekrut JBI pada dasarnya bukan proses yang rumit, asalkan dilakukan dengan perencanaan. Mulai dari menentukan kebutuhan kegiatan, mencari tenaga dengan pengalaman yang relevan, memeriksa kompetensinya, hingga menyepakati jadwal dan kebutuhan teknis sejak awal.
Penyelenggara sebaiknya memandang kehadiran JBI sebagai bagian dari perencanaan acara, bukan tambahan di menit terakhir. Dengan persiapan yang matang, komunikasi berjalan lancar, peserta Tuli benar-benar terlibat, dan kegiatan Anda pun menjadi ruang yang setara bagi semua orang yang hadir.
Artikel ini terakhir ditinjau dan diperbarui oleh Tim Parakerja pada 8 Agustus 2026 untuk memastikan keakuratan informasi dan relevansinya bagi penyelenggara kegiatan.

