Informasi yang sifatnya penting sering tidak tersampaikan dengan utuh karena adanya perbedaan cara berkomunikasi. Hal ini terutama terjadi di perusahaan yang menerima teman-teman disabilitas, yang memang membutuhkan cara penyampaian yang sesuai. Solusi paling efektif adalah menghadirkan pendamping komunikasi yang tepat, dan itulah mengapa perusahaan perlu menyediakan interpreter bahasa isyarat.
Coba kita bayangkan sebuah rapat yang penuh diskusi, presentasi, dan tanya jawab. Semua peserta tampak aktif, namun ada satu orang yang kesulitan mengikuti alur pembicaraan karena informasi hanya disampaikan secara lisan. Situasi seperti ini menunjukkan bahwa menghadirkan interpreter bukan sekadar soal memenuhi kebutuhan komunikasi, melainkan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap individu untuk berpartisipasi.
Pertanyaan yang biasanya muncul di ruang manajemen adalah sejauh mana ini menjadi kewajiban, dan bagaimana menganggarkannya. Bagian itulah yang akan dibahas di sini. Untuk memahami peran dan cara kerja interpreter secara umum, Anda dapat menyimak lebih dulu ulasan tentang peran juru bahasa isyarat dalam dunia kerja dan layanan publik.
Dasar Kewajiban: Interpreter sebagai Akomodasi yang Layak
Menyediakan interpreter bahasa isyarat termasuk dalam kerangka akomodasi yang layak. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas menegaskan hak penyandang disabilitas atas pekerjaan serta akomodasi yang layak di tempat kerja, di samping kewajiban kuota bagi pemberi kerja.
Akomodasi yang layak sendiri berarti penyesuaian yang wajar agar seorang karyawan dapat menjalankan pekerjaannya secara setara. Bagi karyawan Tuli, penyesuaian itu sering kali berbentuk akses komunikasi, dan interpreter adalah salah satu wujud paling langsungnya. Karena itu, pertanyaannya bukan lagi apakah perusahaan boleh menyediakannya, melainkan pada momen apa kehadirannya menjadi keharusan.
Kapan Interpreter Wajib Dihadirkan, Kapan Cukup Staf Terlatih?
Tidak setiap interaksi memerlukan interpreter profesional. Untuk percakapan harian, kemampuan dasar staf sudah memadai. Namun ada situasi yang menuntut ketepatan tinggi, dan di sinilah interpreter menjadi penting. Berikut panduan sederhananya.
| Situasi | Kebutuhan | Alasan |
|---|---|---|
| Wawancara kerja dan penilaian kinerja | Interpreter profesional | Menyangkut keputusan yang memengaruhi hak dan karier karyawan |
| Penjelasan kontrak dan kebijakan perusahaan | Interpreter profesional | Kesalahan penerjemahan berisiko menimbulkan sengketa |
| Pelatihan keselamatan kerja | Interpreter profesional | Informasi yang tidak sampai dapat membahayakan keselamatan |
| Rapat besar dan acara perusahaan | Interpreter profesional | Alur pembicaraan cepat dan pesertanya banyak |
| Koordinasi tugas harian | Staf dengan kemampuan dasar | Percakapan singkat dan berulang, cukup ditangani internal |
| Obrolan informal antarrekan | Staf dengan kemampuan dasar | Justru lebih hangat jika dilakukan langsung tanpa perantara |
Pembagian ini membantu perusahaan mengelola anggaran secara wajar. Kemampuan dasar staf dapat dibangun melalui pelatihan, sebagaimana dibahas dalam ulasan tentang Kelas BISINDO Korporat untuk tim perusahaan, sementara interpreter dihadirkan pada momen yang memang menuntut ketelitian tinggi.
Manfaat yang Diterima Perusahaan
Selain membantu komunikasi, kehadiran interpreter juga memberikan manfaat langsung bagi perusahaan. Tim menjadi lebih mudah berkolaborasi, kesalahan informasi berkurang, dan pekerjaan berlangsung lebih efisien.
Manfaat lain yang jarang dihitung adalah berkurangnya risiko. Ketika penjelasan kontrak, prosedur keselamatan, atau hasil penilaian kinerja tersampaikan dengan utuh, potensi salah paham yang berujung pada keluhan atau sengketa juga menurun. Dalam banyak kasus, biaya menghadirkan interpreter jauh lebih kecil dibandingkan biaya menyelesaikan masalah yang timbul akibat informasi yang tidak sampai.
Yang tidak kalah penting, kehadiran interpreter mengirim pesan yang jelas kepada seluruh karyawan bahwa perusahaan sungguh-sungguh menjalankan komitmennya. Semakin banyak perusahaan menyadari bahwa komunikasi inklusif berdampak positif terhadap produktivitas tim. Ketika setiap orang merasa didengar dan dapat memahami, suasana ruang kerja menjadi lebih nyaman dan kolaborasi berkembang tanpa hambatan berarti.
“Banyak perusahaan menganggap interpreter itu biaya acara, padahal ia lebih tepat dilihat sebagai bagian dari sistem kerja. Kalau karyawan Tuli tidak paham penjelasan kinerjanya sendiri, yang rugi bukan hanya dia, melainkan perusahaan yang kehilangan kesempatan mendapat kontribusi terbaiknya.”
Rezki Achyana, Founder & CEO Parakerja
Cara Menganggarkan Kebutuhan Interpreter
Agar tidak menjadi pengeluaran dadakan, kebutuhan interpreter sebaiknya masuk dalam perencanaan tahunan. Beberapa langkah berikut dapat membantu.
- Petakan agenda rutin. Identifikasi kegiatan yang pasti berulang setiap tahun, seperti rapat besar, pelatihan keselamatan, penilaian kinerja, dan orientasi karyawan baru.
- Hitung durasi, bukan hanya jumlah acara. Kegiatan berdurasi panjang umumnya membutuhkan lebih dari satu interpreter yang bertugas bergantian agar kualitas terjemahan terjaga.
- Sisihkan pos untuk kebutuhan mendadak. Selalu ada situasi tak terduga, misalnya pemeriksaan kesehatan kerja atau urusan administrasi yang mendesak.
- Pertimbangkan kerja sama berkala. Bagi perusahaan yang mempekerjakan beberapa karyawan Tuli, kesepakatan jangka panjang dengan penyedia layanan biasanya lebih efisien dibandingkan memesan per kegiatan.
- Padukan dengan pelatihan staf. Membekali tim dengan kemampuan dasar mengurangi ketergantungan pada interpreter untuk hal-hal kecil, sehingga anggaran dapat difokuskan pada momen penting.
Adapun tahapan teknis memilih dan memesan tenaganya dibahas tersendiri dalam ulasan tentang cara merekrut JBI yang tepat untuk kegiatan Anda.
Menyiapkan Pelaksanaannya di Lapangan
Menganggarkan saja belum cukup, karena pelaksanaannya juga menentukan hasil. Materi presentasi dan susunan acara sebaiknya diberikan lebih awal agar interpreter dapat mempelajari istilah yang akan digunakan. Perhatikan pula posisi berdiri agar terlihat jelas oleh peserta Tuli, pencahayaan yang memadai, serta tampilan layar pada acara daring agar interpreter tidak tertutup.
Tim internal juga perlu memahami etiket dasarnya, misalnya tetap berbicara langsung kepada karyawan Tuli, bukan kepada interpreternya. Panduan lengkapnya dapat dibaca dalam ulasan tentang tata tertib bekerja sama dengan penerjemah bahasa isyarat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah perusahaan wajib menyediakan interpreter bahasa isyarat?
Perusahaan wajib menyediakan akomodasi yang layak bagi karyawan penyandang disabilitas sesuai UU Nomor 8 Tahun 2016. Bagi karyawan Tuli, interpreter merupakan salah satu bentuk akomodasi tersebut, terutama pada momen penting seperti wawancara, pelatihan, penjelasan kontrak, dan rapat besar. Bentuknya tetap dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu.
Mengapa bahasa isyarat penting di lingkungan kerja?
Karena tanpa akses komunikasi, karyawan Tuli hadir secara fisik tetapi tertinggal secara informasi. Bahasa isyarat memastikan mereka dapat mengikuti diskusi, menyampaikan pendapat, dan mengambil keputusan bersama rekan kerja lainnya.
Bahasa isyarat digunakan oleh siapa saja?
Penggunanya bukan hanya Teman Tuli, tetapi juga keluarga mereka, rekan kerja, staf layanan, pendidik, serta siapa pun yang ingin berkomunikasi secara setara. Semakin luas penggunanya, semakin kecil hambatan komunikasi di tempat kerja.
Apa saja syarat untuk menjadi interpreter bahasa isyarat?
Syarat utamanya adalah penguasaan bahasa isyarat, pemahaman budaya Tuli, kemampuan menerjemahkan secara akurat, serta kepatuhan pada etika profesi seperti menjaga kerahasiaan dan bersikap netral. Sertifikasi menjadi nilai tambah yang memperkuat kredibilitas.
Apakah cukup melatih karyawan sendiri tanpa menyewa interpreter?
Pelatihan staf sangat membantu untuk interaksi harian, tetapi tidak menggantikan interpreter pada situasi yang menuntut ketepatan tinggi seperti penjelasan kontrak atau penilaian kinerja. Keduanya sebaiknya berjalan beriringan, bukan saling menggantikan.
Kesimpulan
Fungsi interpreter tidak berhenti pada proses menerjemahkan bahasa. Mereka membantu mengurangi kesalahpahaman, menjaga alur komunikasi tetap efektif, serta memastikan semua peserta memperoleh informasi yang sama.
Bagi perusahaan, cara paling bijak adalah memperlakukan kebutuhan ini sebagai bagian dari perencanaan, bukan pengeluaran mendadak. Tetapkan momen mana yang wajib didampingi interpreter, bekali staf dengan kemampuan dasar untuk keseharian, lalu anggarkan keduanya sejak awal tahun. Dengan begitu, komitmen terhadap komunikasi yang setara benar-benar berjalan, bukan berhenti sebagai pernyataan di atas kertas.
Artikel ini terakhir ditinjau dan diperbarui oleh Tim Parakerja pada 15 Agustus 2026 untuk memastikan keakuratan informasi dan kesesuaian dengan praktik akomodasi kerja terkini.