Bahasa isyarat merupakan alat komunikasi antara sesama insan tuli maupun dengan masyarakat non-disabilitas. Itu sebabnya, belajar bahasa isyarat penting bukan hanya bagi insan tuli, tetapi juga siapa saja yang membutuhkannya. Terlebih sekarang Pemerintah telah menaruh kepedulian besar terhadap keberadaan penyandang disabilitas. Kini, penyandang disabilitas yang dulu cenderung tersisih dari kehidupan sosial akan lebih mudah membaur.
Agar bisa berinteraksi lebih luas, sebaiknya semua orang mempelajari bahasa isyarat. Selain memungkinkan kita memperluas komunikasi dan berjejaring dengan siapa saja, mahir berbahasa isyarat juga merupakan keterampilan penting yang juga memiliki peluang karier. Misalnya, seseorang bisa menjadi penerjemah bahasa isyarat dalam berbagai acara bergengsi.
Sayangnya, sebagian orang enggan belajar bahasa isyarat karena merasa itu rumit. Padahal di tengah akses informasi yang begitu deras seperti sekarang ini, ada banyak cara mempelajari bahasa isyarat dengan mudah. Buat yang ingin mencoba, silakan praktikkan cara-cara berikut ini:
Contents
- 1 Belajar Bahasa Difabel Mulai dari Huruf Abjad dan Angka
- 2 Selingi dengan Mencatat atau Menggambar Hal-hal Penting yang Berlaku dalam Bahasa Isyarat
- 3 Pelajari Ekspresi-Ekspresi Dasar
- 4 Praktik di Depan Cermin
- 5 Jangan Malu untuk Praktik Bahasa Isyarat di Depan Umum
- 6 Perbanyak Referensi dari Video Maupun Buku Pegangan
- 7 Bergabung dengan Komunitas Peduli Insan Tuli
- 8 Kesimpulan
Belajar Bahasa Difabel Mulai dari Huruf Abjad dan Angka
Kesalahan yang sering orang lakukan saat belajar sesuatu yang baru adalah terburu-buru. Tidak memulainya dari dasar-dasar yang paling mudah sehingga otak langsung memaksa bekerja keras memahami materi-materi yang lebih sulit. Alih-alih menjadi cepat mahir, yang terjadi justru rasa jenuh datang lebih dulu.
Maka jadikan kegiatan belajar bahasa difabel ini sebagai sesuatu yang fun dan tidak terlalu menekan pikiran. Mulailah dari hal-hal yang paling mudah dan sederhana tapi penting terlebih dahulu seperti isyarat abjad dan angka. Jangan bosan mengulangi sampai terbiasa dan hafal gerakannya di luar kepala. Ini adalah modal awal untuk bisa lanjut ke tahap yang lebih kompleks.
Selingi dengan Mencatat atau Menggambar Hal-hal Penting yang Berlaku dalam Bahasa Isyarat
Meski bahasa isyarat disampaikan dengan gerakan, namun bukan berarti cara mempelajarinya hanya melulu dalam bentuk praktik. Beberapa hal perlu dicatat atau digambar untuk memperkuat daya ingat. Hanya saja, teknik mencatatnya tidak sama seperti mata pelajaran pada umumnya.
Adapun caranya ialah membuat gambar gerakan tangan mewakili angka, abjad, maupun kata. Mirip dengan gambar-gambar pada media peraga. Selain itu, bisa juga dengan cara membuat kliping. Kumpulkan foto-foto gerakan bahasa isyarat, lalu tempel di dalam buku catatan lengkap dengan deskripsi dari masing-masing gerakan.
Pelajari Ekspresi-Ekspresi Dasar
Selain membaca gerakan tangan, pengguna bahasa isyarat juga membaca mimik wajah, gerak bibir, gerak mata, dan gestur-gestur tertentu yang “disepakati” bersama sebagai sebuah kata atau kalimat.
Ekspresi-ekspresi dasar tersebut mirip kode-kode sederhana yang mewakili sebuah makna. Di samping itu bisa juga untuk mempertegas sebuah penyampaian. Dengan ekspresi yang tepat, pemula akan lebih mudah menyampaikan maksudnya.
Beberapa contoh ekspresi dasar tersebut, seperti:
- Menaikkan dua alis secara bersamaan sebagai tanda menunjukkan rasa antusias dalam pembicaraan atau rasa ingin tahu lebih banyak lagi.
- Meletakkan sebelah tangan di dagu sambil menundukkan kepala sebagai tanda ungkapan terima kasih. Catatan: Arti dari ekspresi bisa berbeda tergantung jenis bahasa isyarat yang digunakan.
- Membuka sebelah telapak tangan ke atas lalu menangkupkan telapak tangan satunya lagi di atasnya sebagai tanda “berhenti”.
- Mengedip-kedipkan kedua mata dalam interval berdekatan dapat diartikan sebagai tanda bahaya, butuh pertolongan, atau perasaan tidak nyaman.
Praktik di Depan Cermin
Sebelum berhadapan dengan orang lain, sebaiknya praktikkan dulu di hadapan cermin. Lakukan seolah-olah kita memang sedang berbicara dengan insan tuli. Perhatikan gerakan tangan, mimik wajah, dan gerak bola mata sendiri saat memperagakannya di hadapan cermin.
Selain itu, kita bisa juga berlatih mengikuti suara rekaman atau video. Latihan ini melatih kecepatan tangan dalam menyesuaikan gerakan dengan ucapan.
Jangan Malu untuk Praktik Bahasa Isyarat di Depan Umum
Keterampilan berbahasa isyarat akan semakin terasah bila kita berani mempraktikkannya di hadapan orang lain. Dengan catatan, lawan bicaranya memahami bahasa isyarat. Tak harus pada insan tuli saja, bisa juga dengan mentor maupun sesama teman yang juga sedang dalam proses belajar bahasa difabel.
Mempraktikkan bahasa isyarat pada lawan bicara memungkinkan kita menerima koreksi atas kesalahan gerakan yang mungkin tidak kita sadari sebelumnya. Dengan begitu, keterampilan kita dalam berbahasa isyarat akan terus berkembang.
Perbanyak Referensi dari Video Maupun Buku Pegangan
Proses pembelajaran tidak lengkap tanpa didukung dengan sejumlah referensi sebagai penguat teori. Buku-buku seputar belajar bahasa difabel memang terbilang sedikit variasinya. Bahkan mungkin tidak kita temukan di toko-toko buku kecil.
Namun jangan khawatir, selain buku kita bisa mengandalkan video sebagai referensi tambahan. Sebagian besar video pembelajaran bahasa isyarat di internet dapat diakses secara gratis. Asal tidak malas, kita bisa sepuasnya mempelajarinya dari situ.
Bergabung dengan Komunitas Peduli Insan Tuli
Komunitas peduli insan tuli tersebar hampir di seluruh provinsi di Indonesia Komunitas-komunitas seperti ini terbuka untuk siapa saja yang ingin bergabung.
Selain menambah jaringan, melebur di komunitas insan tuli juga bisa sekalian mempraktikkan skill bahasa isyarat yang telah kita pelajari pada orang yang tepat. Tentu saja tantangan dan pengalamannya akan jauh berbeda antara praktik di depan insan tuli secara langsung dengan yang bukan.
Kesimpulan
Nah, begitulah cara cepat belajar bahasa difabel. Namun perlu digarisbawahi, keberhasilan hanya datang bagi mereka yang sungguh-sungguh mempelajarinya. Apakah Anda salah satunya? Yuk, buktikan lewat program yang ada di Parakerja. IDEAS Training akan membantu karyawan untuk lebih memahami dan merespons kebutuhan dan preferensi pelanggan yang beragam.Kami memberikan konsultasi dan pelatihan bagaimana karyawan perusahaan dapat bekerjasama dan berkomunikasi dengan tenaga kerja disabilitas serta belajar tentang berbagai jenis disabilitas
