Jakarta, 9–16 Februari 2026 – Dalam upaya membuka gerbang inklusivitas di lingkungan kerja, BPOM untuk pertama kalinya menyelenggarakan Pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) Level Dasar bekerja sama dengan Parakerja. Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual dalam dua sesi pada Senin hingga Rabu, 9–16 Februari 2026, dan diikuti oleh 30 peserta dari berbagai unit kerja.

Pelatihan ini menjadi langkah awal BPOM dalam membangun layanan publik yang lebih inklusif, khususnya dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dengan masyarakat Tuli.

BISINDO sebagai Fondasi Komunikasi Inklusif

Sebagai bahasa isyarat alami yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari komunitas Tuli di Indonesia, BISINDO menjadi elemen penting dalam menciptakan akses komunikasi yang setara. Melalui pelatihan ini, peserta diperkenalkan pada dasar-dasar bahasa isyarat yang relevan untuk kebutuhan pelayanan publik.

Tidak hanya sekadar bahasa, BISINDO juga menjadi jembatan dalam membangun pemahaman dan empati terhadap pengalaman komunikasi penyandang disabilitas.

Materi Dasar yang Aplikatif untuk Pelayanan

Dalam pelatihan level dasar ini, peserta mempelajari berbagai materi fundamental yang dirancang untuk langsung dapat diterapkan dalam interaksi kerja sehari-hari. Mulai dari pengenalan alfabet dalam bahasa isyarat, cara melakukan perkenalan, hingga simulasi skenario pelayanan kepada masyarakat Tuli.

Pendekatan yang digunakan bersifat praktis dan kontekstual, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan komunikasi dasar secara langsung.

Format Virtual yang Efektif dan Interaktif

Pelaksanaan pelatihan secara virtual memungkinkan keterlibatan peserta dari berbagai lokasi tanpa mengurangi kualitas pembelajaran. Sesi dirancang interaktif dengan praktik langsung, sehingga peserta tetap dapat berlatih dan mendapatkan umpan balik secara real-time.

Metode ini membuktikan bahwa pelatihan inklusivitas tetap dapat berjalan efektif meskipun dilakukan secara daring.

Komitmen Awal Menuju Institusi yang Inklusif

Pelatihan BISINDO ini menjadi tonggak awal bagi BPOM dalam mengintegrasikan nilai inklusivitas ke dalam sistem kerja dan pelayanan publik. Dengan meningkatnya kemampuan komunikasi pegawai, diharapkan layanan kepada masyarakat Tuli dapat menjadi lebih ramah, responsif, dan setara.

Langkah ini juga mencerminkan kesadaran bahwa inklusi bukan hanya tentang kebijakan, tetapi juga tentang kesiapan sumber daya manusia dalam menjalankannya.

Penutup

Melalui pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) Level Dasar, BPOM menunjukkan komitmen nyata dalam membangun lingkungan kerja dan layanan publik yang inklusif. Dengan fondasi yang kuat dari pelatihan ini, diharapkan langkah selanjutnya dapat terus memperluas dampak inklusivitas di berbagai aspek pelayanan.