Jakarta, 6 & 9 Februari 2026 – Setelah sukses menyelenggarakan dua batch pelatihan sebelumnya, Beiersdorf Indonesia kembali melanjutkan komitmennya dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif melalui pelaksanaan Disability Awareness & Indonesia Sign Language Training batch ke-3 dan ke-4. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua format, yaitu sesi offline pada Jumat, 6 Februari 2026 yang diikuti oleh 30 peserta, serta sesi virtual pada Senin, 9 Februari 2026 dengan jumlah peserta yang sama.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Beiersdorf Indonesia untuk memastikan bahwa nilai inklusivitas tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar terimplementasi di seluruh jaringan divisi perusahaan.
Contents
Meningkatkan Kesadaran Disabilitas di Lingkungan Kerja
Dalam pelatihan ini, peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai Disability Awareness, termasuk bagaimana mengenali kebutuhan rekan kerja disabilitas, memahami perspektif mereka, serta mengurangi bias dalam interaksi sehari-hari di tempat kerja.
Pendekatan yang digunakan menekankan pentingnya empati dan kesadaran kolektif, sehingga setiap karyawan dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih terbuka dan suportif bagi semua.
Praktik Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO)
Selain sesi awareness, pelatihan ini juga dilengkapi dengan pembelajaran Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) sebagai salah satu bentuk komunikasi inklusif yang relevan di dunia kerja. Peserta tidak hanya memahami konsep dasar, tetapi juga mempraktikkan langsung penggunaan isyarat dalam percakapan sederhana.
Penguasaan dasar BISINDO ini menjadi langkah awal dalam membangun komunikasi yang lebih efektif antara karyawan dengar dan Tuli, sekaligus menciptakan interaksi yang lebih setara di lingkungan profesional.
Format Hybrid: Menjangkau Lebih Banyak Karyawan
Pelaksanaan pelatihan dalam format hybrid—offline dan virtual—memungkinkan jangkauan yang lebih luas di seluruh divisi Beiersdorf Indonesia. Strategi ini memastikan bahwa edukasi inklusivitas dapat diakses oleh lebih banyak karyawan tanpa terbatas oleh lokasi.
Dengan total 60 peserta dari dua batch ini, pelatihan menjadi salah satu langkah konkret dalam memperluas dampak program inklusivitas di dalam perusahaan.
Langkah Nyata Menuju Perusahaan Ramah Disabilitas
Keberlanjutan pelatihan hingga batch ke-3 dan ke-4 menunjukkan keseriusan Beiersdorf Indonesia dalam membangun budaya kerja yang inklusif. Tidak hanya berfokus pada peningkatan awareness, perusahaan juga mendorong implementasi nyata dalam aktivitas kerja sehari-hari.
Harapannya, melalui program ini, Beiersdorf Indonesia dapat terus meningkatkan inklusivitas dan menjadi perusahaan yang semakin ramah disabilitas, baik dari sisi komunikasi, kebijakan, maupun budaya kerja.
Penutup
Pelatihan Disability Awareness dan BISINDO ini menjadi bukti bahwa transformasi menuju workplace inklusif membutuhkan proses yang konsisten dan berkelanjutan. Dengan komitmen yang kuat dan langkah nyata, Beiersdorf Indonesia menunjukkan bahwa inklusi adalah bagian penting dari pertumbuhan organisasi modern.



