Mengenal Jenis Kursi Khusus untuk Penyandang Disabilitas

Kursi roda untuk penyandang disabilitas terdiri dari berbagai jenis yang disesuaikan dengan kebutuhan fungsional dan kondisi penggunanya. Kursi roda untuk penyandang disabilitas biasanya diklasifikasikan berdasarkan standar internasional seperti ISO 9999 yang mengatur kategori alat bantu disabilitas. Sementara itu, organisasi lokal seperti Organisasi Handicap Nusantara (OHANA) dapat memberikan panduan tambahan sesuai kebutuhan masyarakat setempat, tetapi standar utama tetap merujuk pada klasifikasi resmi seperti ISO 9999. Sebelum pembuatan kursi roda, dilakukan pengukuran tubuh secara menyeluruh, meliputi tinggi punggung, lebar panggul, panjang kaki, lebar bahu, serta ukuran lengan dan berat badan agar kursi dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan pengguna. 

Selain itu, penyandang disabilitas juga perlu mendapatkan pelatihan sebelum menggunakan kursi roda tersebut agar lebih mudah beradaptasi. Pelatihan ini meliputi cara mengoperasikan kursi roda, pemahaman fungsi fitur-fitur yang tersedia, cara berjalan atau berhenti, cara belok kanan atau kiri, dan sebagainya. Semua butuh penjelasan yang memadai untuk membuat mereka lebih mandiri ketika ingin beraktivitas. 

Jenis-jenis Kursi Roda untuk Disabilitas

Ada beberapa jenis kursi roda yang nyaman untuk para penyandang disabilitas. Berikut beberapa jenis kursi roda yang umum digunakan oleh penyandang disabilitas.

Kursi Rehabilitasi atau Kesehatan

Jenis pertama kursi khusus disabilitas adalah kursi rehabilitasi atau kesehatan. Kursi ini biasanya dilengkapi fitur tambahan dan digunakan di rumah sakit sebagai alat bantu rehabilitasi untuk mempercepat proses pemulihan pasien. Contohnya digunakan untuk membantu memperbaiki postur tubuh akibat cedera atau kondisi medis tertentu.

Kursi untuk Olahraga

Fungsi utama kursi roda olahraga adalah mendukung aktivitas para atlet disabilitas, terutama dalam ajang seperti Paralympic. Contohnya olahraga panahan, basket, tenis, cycling, dan para-atletik. Kursi ini terbuat dari bahan ringan, punya keseimbangan khusus, dan bersifat fleksibel. Bahkan ada sejumlah cabang olahraga yang membutuhkan roda tambahan untuk menciptakan keseimbangan yang lebih baik ketika si atlet ingin melakukan manuver.

Kursi untuk Mobilitas

Sesuai fungsinya, kursi roda mobilitas digunakan untuk menunjang aktivitas harian penyandang disabilitas. Awalnya, kursi jenis ini digerakkan secara manual. Saat ini, banyak kursi roda mobilitas telah dilengkapi teknologi modern dan fitur canggih seperti pengendali joystick dan motor elektrik.

Kursi khusus disabilitas ini masih terbagi lagi dalam beberapa jenis. Kursi roda juga memiliki variasi berdasarkan kebutuhan, seperti kursi roda all-terrain yang dirancang khusus untuk melewati medan tak rata, serta kursi roda lipat yang ringan dan mudah dibawa untuk keperluan traveling atau bepergian. Selain itu, ada aisle wheelchair yang mempunyai ukuran lebih ramping dan yang dirancang untuk digunakan di lorong sempit pesawat. 

Kursi untuk Penyandang Cerebral Palsy

Cerebral palsy adalah gangguan permanen pada otak yang memengaruhi koordinasi dan kontrol otot, sehingga berdampak pada postur tubuh dan kemampuan bergerak. Walaupun cerebral palsy terutama memengaruhi fungsi motorik, gangguan pendengaran atau penglihatan tidak selalu terjadi dan biasanya terkait dengan kondisi tambahan atau komplikasi lain. Pada beberapa kasus, cerebral palsy juga dapat disertai gangguan tambahan seperti gangguan penglihatan atau pendengaran, tergantung tingkat keparahan dan lokasi kerusakan otaknya.

Dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, penyandang cerebral palsy membutuhkan alat bantu kursi roda dengan desain yang mampu memberi topangan pada tubuh secara optimal. Misalnya, sandarannya perlu dibuat lebih tinggi dan memiliki kelengkapan lain berupa penyangga kepala. Sehingga yang menggunakan kursi tersebut dapat duduk dengan tegak.  

Prosedur Titip Kursi Roda Khusus Disabilitas Jika Berada di Pesawat

Di masa sekarang, penyandang disabilitas mempunyai hak yang sama seperti non disabilitas untuk menjalankan mobilitas. Saat bepergian dengan pesawat udara, penyandang disabilitas kini mendapatkan hak layanan yang setara karena pihak maskapai dan lembaga penyelenggara penerbangan memiliki kewajiban memberi layanan yang sama pada penyandang disabilitas. 

Walau demikian ada sejumlah prosedur yang harus jadi pemahaman bersama dan salah satunya adalah prosedur menitipkan alat bantu jalan berupa kursi khusus disabilitas. Saat memesan tiket, penyandang disabilitas dianjurkan untuk menginformasikan kepada pihak maskapai penerbangan jika mereka pengguna kursi roda dan berencana menitipkan kursi roda tersebut agar pihak maskapai dapat menyediakan layanan pendukung yang diperlukan.

Selanjutnya pihak maskapai akan menindaklanjuti permohonan tersebut pada petugas bandara. Setelah itu selaku penumpang, penyandang disabilitas perlu melakukan beberapa tindakan lain dengan urutan sebagai berikut: 

Memberi Label Kepemilikan

Ketika check-in, jangan lupa mendaftarkan kursi roda disabilitas dalam bagasi pesawat. Lipat alat bantu tersebut dan tempelkan label identitas kepemilikan yang jelas dan lengkap. Sesudah itu, saat berjalan di lorong atau mau naik pesawat gunakan kursi roda model aisle wheelchair yang disediakan oleh maskapai penerbangan atau petugas bandara. 

Memeriksa Labelnya

Petugas bandara akan menempelkan label khusus pada kursi roda dengan tulisan seperti ‘Handle with care’ (Tangani dengan hati-hati) untuk memastikan alat tersebut diangkut dengan perlakuan yang tepat selama proses pengangkutan dan penempatan di bagasi pesawat. Label ini berfungsi sebagai peringatan agar petugas menangani kursi roda dengan hati-hati dan tidak membanting atau melemparnya.

Memberi Pesan pada Awak Maskapai

Kemudian ketika sudah naik atau berada dalam pesawat, jangan lupa memberi informasi kepada awak kabin terkait penitipan kursi roda. Sampaikan secara jelas dan rinci identitas dan ciri alat bantu berjalan tersebut.

Ingat dan perhatikan, fasilitas aisle wheelchair itu hanya bisa mengantar dan menjemput hingga pintu pesawat atau jembatan antara pesawat dengan ruang tunggu (garbarata). Setelah menerima kursi roda, pastikan kembali bahwa alat tersebut milik Anda dan dalam kondisi baik serta berfungsi normal.

Melakukan Pemeriksaan dan Serah Terima

Berbeda dengan penumpang lain, penyandang disabilitas biasanya mendapat bantuan dari petugas maskapai untuk mengambil dan menyerahkan kursi roda yang telah dititipkan, meskipun prosedur ini bisa berbeda tergantung kebijakan maskapai dan bandara. Ada petugas maskapai yang siap memberi bantuan membawakan kebutuhan tersebut dan menyerahkannya langsung di depan pintu pesawat. Kemudian usai menerima, periksa lagi untuk memastikan kepemilikan dan bisa berfungsi dengan baik.

Sebaiknya proses serah terima dilakukan segera agar bisa terlaksana pada saat itu juga. Tujuannya adalah agar dapat langsung menggunakan kursi roda tersebut tanpa perlu menggunakan kursi roda lorong (aisle wheelchair) sehingga lebih praktis dan nyaman. 

Itulah pengenalan singkat tentang jenis-jenis kursi khusus disabilitas dan prosedur penitipan ketika ingin bepergian menggunakan pesawat terbang. Semoga semua bisa berjalan lancar dan ke depannya dapat tercipta sistem layanan yang lebih bagus lagi, termasuk di kawasan publik lainnya.