Perusahaan sering merasa sudah membuka kesempatan kerja seluas-luasnya. Namun tanpa sadar, deskripsi pekerjaan yang mereka tulis justru terlihat membatasi. Di sinilah letak persoalannya, bagaimana cara menulis deskripsi pekerjaan, terutama bagi sahabat disabilitas, agar pesan yang disampaikan benar-benar terbuka untuk semua kandidat.
Hal ini sering terjadi di banyak perusahaan. Ketika dibaca, lowongan justru terasa “tidak untuk semua orang”. Kalimat yang terlalu kaku atau syarat yang tidak relevan kerap membuat kandidat ragu, khususnya dari kalangan disabilitas. Karena itu, memahami cara menulis deskripsi pekerjaan yang inklusif untuk disabilitas menjadi langkah awal agar komunikasi perusahaan terasa lebih ramah dan jelas.
Contents
- 1 Mengapa Deskripsi Pekerjaan yang Inklusif Itu Penting
- 2 Mulai dari Pemilihan Kata yang Tepat
- 3 Jelaskan Tanggung Jawab Secara Rinci dan Realistis
- 4 Tambahkan Informasi Dukungan yang Tersedia
- 5 Sertakan Kalimat Ajakan yang Inklusif
- 6 Perhatikan Struktur Penulisan
- 7 Lakukan Evaluasi dari Sudut Pandang Kandidat
- 8 Apakah Semua Posisi Bisa Dibuat Inklusif?
- 9 Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- 9.1 Apa itu deskripsi pekerjaan yang inklusif?
- 9.2 Apakah semua posisi bisa dibuat inklusif?
- 9.3 Kata atau frasa apa yang sebaiknya dihindari dalam deskripsi pekerjaan?
- 9.4 Bagaimana menentukan syarat yang realistis tanpa menutup peluang?
- 9.5 Apakah perlu menyebutkan dukungan aksesibilitas dalam lowongan?
- 9.6 Bagaimana langkah awal menulis deskripsi pekerjaan yang inklusif?
- 10 Kesimpulan
Mengapa Deskripsi Pekerjaan yang Inklusif Itu Penting
Deskripsi pekerjaan adalah titik temu pertama antara perusahaan dan kandidat. Jika di tahap ini saja seseorang sudah merasa tidak disambut, peluang besar bahwa ia tidak akan melamar sama sekali. Padahal, banyak kandidat berbakat justru tersaring keluar bukan karena tidak mampu, melainkan karena bahasa lowongan yang tanpa sengaja menutup pintu.
Menulis deskripsi yang inklusif juga sejalan dengan semangat kesetaraan kesempatan kerja yang dijamin dalam UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang menegaskan hak memperoleh pekerjaan tanpa diskriminasi. Deskripsi pekerjaan inklusif adalah salah satu wujud paling awal dari komitmen tersebut.
Mulai dari Pemilihan Kata yang Tepat
Dalam praktiknya, menulis deskripsi pekerjaan inklusif tidak bisa dibilang mudah. Semuanya bermula dari pemilihan kata. Hindari istilah yang bias atau terlalu umum, lalu gunakan kalimat yang fokus pada kemampuan, bukan keterbatasan.
Misalnya, hindari menulis “harus sehat jasmani dan rohani”, dan lebih baik jelaskan tugas spesifik yang memang dibutuhkan. Cara seperti ini sekaligus membantu menjawab pertanyaan seperti pekerjaan apa yang cocok untuk disabilitas, tanpa harus menutup peluang sejak awal.
Jelaskan Tanggung Jawab Secara Rinci dan Realistis
Langkah berikutnya, uraikan tanggung jawab secara rinci dan realistis. Banyak deskripsi pekerjaan mencantumkan syarat berlebihan yang sebenarnya tidak relevan. Padahal, dengan menyederhanakannya, posisi tersebut bisa diakses lebih luas. Hal ini penting untuk membuka peluang lowongan kerja disabilitas yang benar-benar inklusif.
Untuk membantu menentukan syarat mana yang benar-benar relevan, ada baiknya memahami ragam kebutuhan kandidat terlebih dahulu, sebagaimana diuraikan dalam ulasan tentang jenis-jenis disabilitas yang perlu diketahui HR untuk rekrutmen inklusif. Dengan begitu, deskripsi pekerjaan dapat dirancang sesuai kondisi nyata, termasuk untuk pekerjaan yang cocok bagi disabilitas fisik.
Tambahkan Informasi Dukungan yang Tersedia
Anda juga perlu menambahkan informasi tentang dukungan yang tersedia. Misalnya, apakah perusahaan menyediakan fasilitas aksesibilitas atau fleksibilitas kerja. Hal ini memberi sinyal positif kepada kandidat. Deskripsi yang baik juga membantu kandidat memahami apakah posisi tersebut sesuai dengan kondisinya, termasuk apakah termasuk dalam kategori pekerjaan untuk disabilitas fisik yang relevan dengan kemampuannya.
Sertakan Kalimat Ajakan yang Inklusif
Tidak kalah penting, sertakan kalimat ajakan yang inklusif. Tunjukkan bahwa perusahaan terbuka terhadap berbagai latar belakang. Kalimat sederhana seperti “kami mendorong pelamar dari berbagai kondisi untuk melamar di perusahaan kami” bisa memberikan dampak besar. Ajakan semacam ini memperkuat posisi perusahaan dalam menyediakan lowongan kerja disabilitas yang nyata, bukan sekadar formalitas.
Perhatikan Struktur Penulisan
Perhatikan pula struktur penulisannya. Gunakan kalimat pendek dan langsung, serta hindari jargon yang membingungkan. Semakin jelas deskripsinya, semakin mudah dipahami semua orang. Dengan cara ini, Anda turut menjawab kebutuhan kandidat yang sedang mencari pekerjaan apa yang cocok untuk disabilitas secara lebih spesifik.
Agar lebih mudah diterapkan, berikut beberapa contoh perbaikan kalimat dari yang bersifat membatasi menjadi lebih inklusif.
| Hindari Menulis | Tulis Sebaiknya | Alasan |
|---|---|---|
| Harus sehat jasmani dan rohani | Mampu menyelesaikan tugas analisis data secara mandiri | Fokus pada kemampuan kerja, bukan kondisi fisik |
| Energik dan dinamis | Mampu bekerja dengan target dan tenggat waktu | Menghindari kata yang bias usia maupun fisik |
| Berpenampilan menarik | Komunikatif dan profesional dalam melayani klien | Menghapus syarat yang tidak relevan dengan tugas |
| Wajib memiliki SIM dan bisa mengemudi | Cantumkan hanya jika mengemudi adalah inti pekerjaan | Mencegah syarat berlebihan yang menutup peluang |
Lakukan Evaluasi dari Sudut Pandang Kandidat
Langkah terakhir, selalu lakukan evaluasi. Coba baca ulang deskripsi dari sudut pandang kandidat. Apakah sudah cukup jelas, atau ada bagian yang kurang? Apakah ada kalimat yang terasa eksklusif? Kebiasaan membaca ulang ini sering kali menemukan hambatan kecil yang luput saat penulisan pertama.
“Deskripsi pekerjaan adalah undangan, bukan saringan. Setiap kata yang tidak relevan dengan tugas sebenarnya berpotensi memulangkan kandidat hebat sebelum mereka sempat menunjukkan kemampuannya. Menulis dengan inklusif berarti membuka pintu selebar mungkin, lalu menilai orang dari apa yang bisa mereka kerjakan.”
Rezki Achyana, Founder & CEO Parakerja
Apakah Semua Posisi Bisa Dibuat Inklusif?
Pertanyaan ini wajar muncul. Jujur saja, tidak semua posisi memiliki tingkat aksesibilitas yang sama, dan itu tidak masalah. Kuncinya adalah memisahkan syarat yang benar-benar inti dari pekerjaan dengan syarat yang sekadar kebiasaan. Selama batasan yang ditetapkan benar-benar relevan dengan tugas, deskripsi tersebut sudah adil.
Menentukan batasan yang realistis juga berarti jujur tentang kondisi perusahaan. Jika fasilitas tertentu belum tersedia, sampaikan apa yang sudah ada dan apa yang dapat disesuaikan. Kejujuran semacam ini justru menumbuhkan kepercayaan kandidat, karena mereka tahu persis apa yang akan dihadapi. Langkah ini akan lebih kuat lagi jika deskripsi pekerjaan disusun sebagai bagian dari prosedur yang utuh, sebagaimana dibahas dalam panduan menyusun SOP rekrutmen yang ramah disabilitas.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa itu deskripsi pekerjaan yang inklusif?
Deskripsi pekerjaan yang inklusif adalah uraian lowongan yang ditulis agar dapat diakses dan tidak membatasi kandidat mana pun, termasuk penyandang disabilitas, dengan fokus pada kemampuan kerja dan syarat yang benar-benar relevan dengan tugas.
Apakah semua posisi bisa dibuat inklusif?
Tidak semua posisi memiliki tingkat aksesibilitas yang sama, tetapi hampir semua deskripsi bisa dibuat lebih adil. Caranya adalah dengan hanya mencantumkan syarat yang menjadi inti pekerjaan dan menghapus persyaratan yang sebenarnya tidak relevan.
Kata atau frasa apa yang sebaiknya dihindari dalam deskripsi pekerjaan?
Hindari frasa seperti “harus sehat jasmani dan rohani”, “energik dan dinamis”, atau “berpenampilan menarik” jika tidak relevan dengan tugas. Ganti dengan kalimat yang menjelaskan kemampuan konkret yang dibutuhkan untuk menjalankan pekerjaan.
Pisahkan syarat inti dari syarat kebiasaan. Tanyakan pada diri sendiri apakah suatu syarat benar-benar menentukan keberhasilan kerja. Jika tidak, syarat tersebut sebaiknya dihapus atau dijadikan nilai tambah, bukan persyaratan wajib.
Apakah perlu menyebutkan dukungan aksesibilitas dalam lowongan?
Sangat dianjurkan. Menyebutkan fasilitas aksesibilitas atau fleksibilitas kerja memberi sinyal bahwa perusahaan benar-benar terbuka, sekaligus membantu kandidat menilai apakah posisi tersebut sesuai dengan kebutuhannya.
Mulailah dengan meninjau lowongan yang sudah ada, hapus syarat yang tidak relevan, fokuskan pada kemampuan kerja, lalu tambahkan kalimat ajakan yang terbuka. Setelah itu, baca ulang dari sudut pandang kandidat sebelum dipublikasikan.
Kesimpulan
Deskripsi pekerjaan yang inklusif bukan hanya soal kata-kata. Ini tentang membuka peluang dan membangun kepercayaan sejak awal proses rekrutmen, khususnya bagi sahabat disabilitas.
Perusahaan sebaiknya memperlakukan deskripsi pekerjaan sebagai undangan yang tulus, bukan sekadar daftar syarat. Dengan bahasa yang jelas, syarat yang relevan, dan ajakan yang terbuka, lowongan yang Anda tulis akan benar-benar terbuka untuk semua, dan talenta terbaik pun memiliki kesempatan yang setara untuk bergabung.
Artikel ini terakhir ditinjau dan diperbarui oleh Tim Parakerja pada 10 Juni 2026 untuk memastikan keakuratan informasi dan kesesuaian dengan praktik rekrutmen inklusif terkini.