Jakarta, 3–4 Februari 2026 – Komitmen terhadap inklusivitas di sektor jasa keuangan semakin diperkuat melalui kolaborasi antara OJK Institute dan Parakerja dalam penyelenggaraan Workshop Sensitivitas Layanan Disabilitas bagi Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di The Westin Jakarta ini diikuti oleh perwakilan dari 50 bank umum di Indonesia, menandai langkah strategis dalam mendorong layanan keuangan yang lebih ramah disabilitas.

Workshop ini merupakan bagian dari implementasi Pedoman Setara OJK, yang bertujuan memastikan bahwa seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memiliki akses yang setara terhadap layanan keuangan.

Mendorong Industri Keuangan yang Inklusif dan Aksesibel

Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya inklusi disabilitas di sektor keuangan, pelaku industri dituntut untuk tidak hanya menyediakan layanan, tetapi juga memastikan aksesibilitas dan kenyamanan bagi seluruh nasabah.

Melalui kerja sama dengan Parakerja sebagai konsultan inklusivitas, workshop ini mengintegrasikan pendekatan end-to-end inclusive practices, yang mencakup:

  • Peningkatan pemahaman tentang disabilitas
  • Penguatan standar layanan inklusif
  • Adaptasi SOP pelayanan nasabah disabilitas
  • Penerapan praktik terbaik (best practices) di industri

Langkah ini menjadi penting dalam membangun ekosistem keuangan yang tidak diskriminatif dan berorientasi pada kesetaraan layanan.

Dipandu Langsung oleh Narasumber Disabilitas

Keunikan dari workshop ini terletak pada pendekatan berbasis pengalaman langsung, di mana materi disampaikan oleh tim disabilitas dari Parakerja, yaitu:

  • Rezki Achyana (Disabilitas Mental)
  • Dian Hendriany (Low Vision)
  • Rani Mei (Pengguna Kursi Roda)

Pendekatan ini memberikan perspektif autentik kepada peserta mengenai tantangan nyata yang dihadapi penyandang disabilitas dalam mengakses layanan keuangan.

Roleplay Interaktif: Dari Teori ke Praktik

Tidak hanya bersifat teoritis, workshop ini juga menghadirkan sesi roleplay interaktif yang memungkinkan peserta untuk mempraktikkan langsung cara memberikan layanan kepada nasabah disabilitas.

Peserta yang berasal dari berbagai institusi keuangan nasional seperti BCA, BRI, BSI, Bank Ganesha, dan lainnya, belajar:

  • Cara berkomunikasi dengan nasabah disabilitas secara tepat
  • Memberikan pelayanan yang empatik dan profesional
  • Mengidentifikasi hambatan aksesibilitas dalam layanan

Metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman sekaligus kesiapan implementasi di lapangan.

Hari Kedua: Fokus pada Budaya Tuli dan Praktik BISINDO

Memasuki hari kedua, workshop berfokus pada Dunia dan Budaya Tuli, termasuk sesi praktik Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO).

Dalam sesi ini, peserta:

  • Mempelajari dasar komunikasi dengan komunitas Tuli
  • Memahami pentingnya akses komunikasi dalam layanan publik
  • Berdiskusi dalam kelompok untuk merancang peningkatan SOP layanan disabilitas

Hasil diskusi ini diharapkan dapat diimplementasikan langsung di masing-masing institusi sebagai bagian dari transformasi layanan inklusif.

Dampak Nyata bagi Industri Jasa Keuangan

Peserta Workshop Inklusivitas OJK

Workshop ini berhasil menyuarakan Disability Awareness kepada lebih dari 50 PUJK di Indonesia, sekaligus memperkuat komitmen industri dalam menyediakan layanan yang setara.

Kolaborasi antara OJK Institute dan Parakerja menunjukkan bahwa:

  • Inklusi adalah bagian dari standar layanan modern
  • Sensitivitas disabilitas meningkatkan kualitas layanan
  • Aksesibilitas menjadi kunci pertumbuhan industri yang berkelanjutan

Dengan adanya pelatihan ini, sektor jasa keuangan Indonesia semakin siap melayani seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Parakerja sebagai Mitra Inklusivitas

Sebagai mitra strategis, Parakerja terus berperan aktif dalam membantu organisasi mengembangkan:

  • Pelatihan sensitivitas disabilitas
  • Konsultasi layanan inklusif
  • Strategi rekrutmen tenaga kerja disabilitas
  • Pendampingan implementasi kebijakan inklusif

Pendekatan komprehensif ini memastikan bahwa inklusi tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar terwujud dalam praktik bisnis sehari-hari.

Penutup

Workshop Sensitivitas Layanan Disabilitas ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan menuju industri jasa keuangan yang inklusif, aksesibel, dan berkeadilan. Melalui edukasi, praktik langsung, dan kolaborasi lintas sektor, OJK Institute dan Parakerja berhasil mendorong perubahan nyata dalam cara industri melayani masyarakat.