Jakarta, 22 Januari 2026 – Komitmen terhadap inklusivitas di dunia kerja kembali ditunjukkan oleh PT BAT Indonesia melalui kolaborasi strategis bersama Parakerja. Pada Kamis, 22 Januari 2026, bertempat di lingkungan PT BAT Indonesia, telah dilaksanakan Pelatihan Inclusive Workplace Communication Training sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem kerja yang ramah disabilitas.
Pelatihan ini menjadi langkah lanjutan setelah PT BAT membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas. Tidak berhenti pada proses rekrutmen, perusahaan menyadari bahwa membangun tempat kerja inklusif membutuhkan pemahaman, adaptasi, dan komunikasi yang tepat di seluruh level organisasi.
Contents
Membangun Workplace Inklusif: Lebih dari Sekadar Rekrutmen
Dalam beberapa tahun terakhir, isu inklusi disabilitas di tempat kerja menjadi perhatian penting bagi perusahaan yang ingin berkembang secara berkelanjutan. PT BAT mengambil langkah nyata dengan mengimplementasikan pendekatan end-to-end inclusive hiring practices bersama Parakerja.
Pendekatan ini tidak hanya mencakup proses perekrutan tenaga kerja disabilitas, tetapi juga:
- Edukasi internal karyawan
- Pendampingan pasca-penempatan
- Peningkatan retensi talenta disabilitas
- Penguatan budaya kerja inklusif
Melalui pelatihan ini, PT BAT membuktikan bahwa keberhasilan inklusi bukan hanya tentang membuka kesempatan kerja, tetapi juga memastikan setiap individu dapat berkembang secara optimal di lingkungan kerja.
Pelatihan Sensitivitas Disabilitas dan Disability Awareness
Sesi pelatihan dipandu langsung oleh Rezki Achyana, CEO Parakerja, yang membawakan materi terkait Disability Awareness dan Inclusive Communication. Para peserta mendapatkan wawasan mendalam mengenai:
- Pentingnya memahami kebutuhan rekan kerja disabilitas
- Cara mengenali dan mengurangi bias bawah sadar (unconscious bias)
- Etika komunikasi yang tepat di lingkungan kerja inklusif
- Strategi menciptakan ruang kerja yang aksesibel dan suportif
Pelatihan ini dirancang interaktif sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan langsung dalam situasi kerja sehari-hari.
Pengalaman Praktis: Belajar Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO)
Salah satu sesi yang paling berkesan dalam pelatihan ini adalah praktik Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) yang dipandu langsung oleh Tutor Tuli dari jaringan Parakerja.
Dalam sesi ini, peserta:
- Belajar isyarat dasar untuk komunikasi sehari-hari
- Memahami cara berinteraksi dengan rekan kerja Tuli
- Membangun empati melalui pengalaman komunikasi langsung
Kegiatan ini menjadi jembatan penting dalam menciptakan komunikasi dua arah antara karyawan dengar dan Tuli, sekaligus memperkuat budaya inklusif di tempat kerja.
Komitmen Nyata: Dari Awareness ke Aksi
Kolaborasi antara PT BAT dan Parakerja menunjukkan bahwa inklusi bukan sekadar kebijakan, tetapi praktik nyata yang berkelanjutan. Dengan menggabungkan rekrutmen inklusif dan pelatihan berkelanjutan, perusahaan mampu menciptakan lingkungan kerja yang:
- Aman dan nyaman bagi semua karyawan
- Produktif dan kolaboratif
- Menghargai keberagaman sebagai kekuatan
Upaya ini juga menjadi contoh bagi perusahaan lain di Indonesia untuk mulai mengadopsi strategi inklusivitas yang lebih komprehensif.
Parakerja: Mitra Strategis untuk Inklusi Disabilitas
Sebagai organisasi yang fokus pada pemberdayaan tenaga kerja disabilitas, Parakerja hadir sebagai mitra strategis bagi perusahaan dalam membangun sistem inklusif secara menyeluruh.
Layanan Parakerja meliputi:
- Konsultasi rekrutmen inklusif
- Pelatihan sensitivitas disabilitas
- Pendampingan tenaga kerja disabilitas
- Pengembangan kebijakan workplace inclusion
Dengan pendekatan end-to-end, Parakerja membantu perusahaan tidak hanya merekrut, tetapi juga memastikan keberhasilan integrasi dan retensi tenaga kerja disabilitas.
Penutup
Pelatihan Inclusive Workplace Communication Training di PT BAT Indonesia menjadi bukti bahwa menciptakan tempat kerja inklusif membutuhkan kolaborasi, edukasi, dan komitmen jangka panjang. Tidak hanya berhasil membuka akses kerja bagi penyandang disabilitas, PT BAT juga menunjukkan upaya nyata dalam memaksimalkan lingkungan kerja yang inklusif dan berkelanjutan.

