Mewawancarai kandidat disabilitas memerlukan pendekatan yang sensitif dan bijaksana. Tujuan utama dalam proses wawancara adalah untuk menilai kualifikasi kandidat berdasarkan kemampuannya, bukan berdasarkan kondisi fisik atau mental mereka. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana cara mewawancarai kandidat disabilitas dengan cara yang tidak menyinggung atau diskriminatif, serta memastikan bahwa wawancara tersebut adil dan inklusif.
Artikel ini akan membahas langkah-langkah praktis yang dapat diambil oleh HRD dan perekrut untuk melakukan wawancara yang adil, menghargai, dan bebas dari diskriminasi bagi kandidat disabilitas.
Contents
- 1 1. Fokus pada Kualifikasi, Bukan Disabilitas
- 2 2. Jangan Mengajukan Pertanyaan Tentang Disabilitas Mereka
- 3 3. Fokus pada Penyesuaian yang Diperlukan untuk Pekerjaan
- 4 4. Jangan Membuat Asumsi Tentang Kandidat Disabilitas
- 5 5. Gunakan Bahasa yang Sensitif dan Inklusif
- 6 6. Menilai Kandidat Secara Adil dan Objektif
- 7 Kesimpulan
- 8 Siap Mengadakan Wawancara yang Inklusif?
1. Fokus pada Kualifikasi, Bukan Disabilitas
Salah satu aspek terpenting dalam mewawancarai kandidat disabilitas adalah fokus pada kualifikasi mereka dan bagaimana mereka dapat memenuhi persyaratan pekerjaan, bukan pada kondisi disabilitas itu sendiri. Hal ini sangat penting untuk menghindari diskriminasi yang dapat muncul jika Anda terlalu fokus pada disabilitas kandidat.
Cara Melakukan Ini:
- Pertanyaan Berdasarkan Keterampilan dan Pengalaman
Ajukan pertanyaan yang berfokus pada keterampilan, pengalaman, dan pencapaian kandidat yang relevan dengan pekerjaan yang mereka lamar. Jangan menanyakan tentang disabilitas mereka atau bagaimana disabilitas tersebut memengaruhi pekerjaan mereka, kecuali kandidat membicarakannya terlebih dahulu. - Tanyakan Tentang Kemampuan untuk Melakukan Pekerjaan
Alih-alih bertanya tentang bagaimana disabilitas mempengaruhi kehidupan mereka, tanyakan bagaimana mereka bisa menyelesaikan tugas yang relevan dengan pekerjaan tersebut. Misalnya, “Bagaimana Anda menyelesaikan tugas [spesifik] di pekerjaan sebelumnya?”
Baca juga : Persiapan Wawancara Kerja untuk Penyandang Disabilitas: Strategi dan Contoh Pertanyaan
2. Jangan Mengajukan Pertanyaan Tentang Disabilitas Mereka
Penting untuk tidak mengajukan pertanyaan yang berfokus pada disabilitas kandidat, kecuali jika itu relevan dengan pekerjaan yang dilamar dan jika kandidat secara sukarela memberikan informasi tersebut.
Contoh Pertanyaan yang Tidak Diperbolehkan:
- “Bagaimana disabilitas Anda mempengaruhi pekerjaan Anda sehari-hari?”
- “Apakah Anda memerlukan waktu tambahan atau bantuan khusus untuk pekerjaan ini?”
Ini adalah pertanyaan yang bisa dianggap sebagai bentuk diskriminasi, dan mereka tidak memberikan gambaran tentang kemampuan kandidat untuk melakukan pekerjaan yang diinginkan.
Cara Melakukan Ini:
Jika kandidat menyebutkan disabilitas mereka, Anda dapat merespons dengan pertanyaan terbuka yang mendukung, seperti:
- “Kami ingin memastikan tempat kerja yang inklusif, apakah ada penyesuaian khusus yang Anda butuhkan untuk bekerja dengan lebih nyaman di sini?”
Dengan cara ini, Anda memberikan kandidat kesempatan untuk berbicara tentang kebutuhan mereka tanpa secara langsung mengarah pada kondisi disabilitas mereka.
3. Fokus pada Penyesuaian yang Diperlukan untuk Pekerjaan
Jika kandidat disabilitas membutuhkan penyesuaian tertentu di tempat kerja untuk melakukan pekerjaan secara efektif, diskusikan hal ini dengan cara yang sensitif dan profesional. Penyesuaian yang dimaksud bisa berupa perangkat tambahan, fleksibilitas jam kerja, atau pengaturan ruang kerja.
Cara Melakukan Ini:
- Pertanyaan yang Mendukung Kebutuhan Penyesuaian
Alih-alih bertanya tentang disabilitas mereka, tanyakan secara langsung jika mereka membutuhkan penyesuaian untuk mendukung mereka dalam pekerjaan tersebut. Misalnya, Anda bisa bertanya, “Apakah ada penyesuaian tertentu yang Anda butuhkan untuk mendukung Anda dalam posisi ini?” - Menghindari Penilaian atau Keputusan Berdasarkan Penyesuaian
Penyesuaian yang diperlukan bukanlah alasan untuk mengurangi penilaian terhadap kemampuan kandidat. Semua kandidat berhak atas penyesuaian yang diperlukan untuk bekerja dengan nyaman dan efektif.
Baca juga : Memahami Jenis-Jenis Disabilitas dan Kebutuhan Khususnya di Dunia Kerja
4. Jangan Membuat Asumsi Tentang Kandidat Disabilitas
Sering kali, orang memiliki kecenderungan untuk membuat asumsi berdasarkan stereotip tentang disabilitas, seperti berpikir bahwa seseorang dengan gangguan penglihatan tidak dapat bekerja dengan teknologi atau bahwa seseorang dengan gangguan pendengaran tidak dapat berkomunikasi secara efektif. Penting untuk menghindari asumsi ini, karena mereka tidak mencerminkan kemampuan nyata individu.
Cara Melakukan Ini:
- Jangan Membuat Asumsi Tentang Kemampuan
Jangan membuat keputusan berdasarkan asumsi tentang bagaimana disabilitas akan mempengaruhi pekerjaan kandidat. Fokus pada apa yang dapat mereka lakukan dan bagaimana mereka dapat berkontribusi terhadap tim. - Berikan Kesempatan untuk Menyampaikan Kebutuhan Mereka
Kandidat disabilitas sering kali memiliki solusi kreatif dan adaptasi yang dapat meningkatkan produktivitas mereka di tempat kerja. Berikan kesempatan kepada mereka untuk berbicara tentang pengalaman mereka dan bagaimana mereka dapat mengatasi tantangan yang ada.
5. Gunakan Bahasa yang Sensitif dan Inklusif
Bahasa yang digunakan dalam wawancara sangat penting, karena ini dapat mencerminkan sikap Anda terhadap kandidat dan memengaruhi kenyamanan mereka selama wawancara. Pastikan Anda menggunakan bahasa yang inklusif dan tidak merendahkan.
Cara Melakukan Ini:
- Hindari Istilah yang Mengurangi Martabat
Gunakan kata-kata yang mendukung dan menghindari istilah yang dapat dianggap merendahkan. Sebagai contoh, sebaiknya hindari kata-kata seperti “penderita disabilitas” dan gunakan istilah yang lebih netral seperti “karyawan dengan disabilitas.” - Jangan Menggunakan Istilah yang Terlalu Umum
Hindari penggunaan kata-kata seperti “cacat” yang dapat terdengar sangat umum dan mungkin menimbulkan stigma. Sebagai gantinya, gunakan istilah yang lebih spesifik berdasarkan jenis disabilitas, jika perlu, atau lebih baik lagi, biarkan kandidat memilih kata yang mereka rasa paling nyaman.
Baca juga : Manfaat Rekrutmen Disabilitas bagi Perusahaan dan Karyawan
6. Menilai Kandidat Secara Adil dan Objektif
Tujuan dari wawancara adalah untuk mengevaluasi kualifikasi kandidat berdasarkan kemampuan mereka, bukan kondisi fisik atau mental mereka. Pastikan bahwa evaluasi Anda sepenuhnya berdasarkan kemampuan kandidat untuk melakukan pekerjaan yang dilamar.
Cara Melakukan Ini:
- Gunakan Kriteria yang Sama untuk Semua Kandidat
Pastikan bahwa Anda menggunakan kriteria yang sama untuk semua kandidat, tanpa memandang apakah mereka memiliki disabilitas atau tidak. Ini akan memastikan bahwa proses wawancara tetap adil dan transparan. - Fokus pada Tugas dan Tanggung Jawab Pekerjaan
Pertanyaan Anda harus berkisar pada kemampuan kandidat untuk menyelesaikan tugas yang ada dalam deskripsi pekerjaan. Hal ini juga membantu memastikan bahwa Anda menilai kandidat secara objektif.
Kesimpulan
Mewawancarai kandidat disabilitas memerlukan pendekatan yang adil dan inklusif. Dengan menghindari pertanyaan yang menyinggung atau diskriminatif, serta fokus pada kualifikasi dan kemampuan kandidat, Anda dapat menciptakan lingkungan wawancara yang mendukung dan terbuka. Ini tidak hanya memastikan bahwa kandidat disabilitas merasa dihargai dan diterima, tetapi juga memberikan kesempatan yang sama bagi semua kandidat untuk menunjukkan potensi mereka.
Dengan pendekatan yang tepat, perusahaan Anda dapat menarik dan mempertahankan karyawan berbakat dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang memiliki disabilitas.
Siap Mengadakan Wawancara yang Inklusif?
Jika Anda memerlukan panduan lebih lanjut atau bantuan dalam mewawancarai kandidat disabilitas secara adil dan tanpa diskriminasi, Parakerja siap mendukung dengan layanan yang terpersonalisasi dan berpengalaman.
Hubungi kami untuk informasi lebih lengkap dan solusi terbaik demi keberhasilan integrasi karyawan disabilitas di perusahaan Anda!